Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan Indonesia siap menghadapi potensi fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Kesiapan tersebut didukung oleh cadangan beras nasional mencukupi hingga 11 bulan ke depan serta berbagai langkah antisipasi yang telah dilakukan pemerintah di sektor pertanian.
“Cadangan beras kita baik yang disimpan di Bulog, baik pun yang masih standing crop sebentar lagi mau dipanen dan juga yang beredar di masyarakat itu kita total sekitar 28 juta. 28 juta itu kita tahan selama 11 bulan.” kata Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Minggu, 31 Mei 2026.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wamentan Sudaryono saat menghadiri kegiatan gerakan tanam padi serentak bersama Menteri Bappenas Rachmat Pambudy di Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Baca juga: Harga Beras SPHP Dipastikan tak Naik Meski Dolar AS Fluktuatif
Menurut Wamentan, jika El Nino berlangsung hingga enam bulan sekalipun stok pangan Indonesia masih aman. Bahkan dengan skenario terburuk sekalipun, cadangan beras Indonesia mampu bertahan selama 11 bulan.
Berdasarkan prediksi BMKG, puncak dampak El Nino diperkirakan terjadi pada bulan Agustus dengan periode paling berat berlangsung selama tiga bulan, yakni bulan Juli hingga September.
“Insyaallah kan El Nino kita sudah lihat puncaknya di Agustus paling beratnya di satu bulan Agustus itu paling tidak dilihatnya di 3 bulan dari Juli, Agustus, September. Katakanlah molor sampai 6 bulan pun cadangan pangan kita beras kita cukup untuk selama 11 bulan.” ucapnya.
Selain menjaga ketersediaan cadangan pangan pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya mitigasi guna menjaga produktivitas pertanian.




