Gedung Putih Harap Ada Kejelasan Kesepakatan dengan Iran Pekan Depan

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Pemerintahan Amerika Serikat (AS) meyakini kejelasan soal kesepakatan dengan Iran dapat diperoleh akhir pekan depan, lapor portal berita Axios, Ahad (31/5/2026). Pernyataan tersebut mengutip seorang pejabat senior Gedung Putih.

Edisi The New York Times, Ahad, melaporkan Presiden AS Donald Trump mengajukan persyaratan yang lebih ketat untuk kemungkinan kesepakatan guna mengakhiri konflik dengan Iran dan telah menyampaikan proposal baru kepada Teheran. Axios kemudian melaporkan bahwa pihak Iran akan memberikan tanggapan atas proposal tersebut dalam waktu sekitar tiga hari.

Baca Juga
  • Drone Setengah Triliun Hancur, Kontraktor dan Tentara AS Pun Cedera Usai Pembalasan Iran
  • Menteri Perang AS Turuti Trump atau Iran Hadapi Kalian
  • Iran Janjikan Perlakuan Khusus bagi Kapal Rusia dan China di Selat Hormuz

"Akan ada kesepakatan. Mengenai seberapa dekat waktunya, kita akan lihat nanti. Kami bersedia menunggu agar presiden mendapatkan apa yang dimintanya. Bisa dalam waktu seminggu. Bisa kurang. Bisa juga lebih lama. Menjelang pergantian pekan, kami berharap sudah ada sesuatu," kata pejabat tersebut kepada Axios.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan, dan AS kemudian mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Presiden AS Donald Trump selanjutnya memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberikan waktu kepada Iran menyusun proposal perdamaian.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara/Sputnik/RIA Novosti-OANA
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Coway tegaskan inovasi berbasis riset jadi pondasi pengembangan produk
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Komnas HAM Bongkar Pasal Kontroversial dalam Draf RUU HAM
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Danantara Ungkap 3 Langkah Setelah Resmi Kendalikan Ekspor SDA Mulai 1 Juni
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Melalui Sistem HPP dan Kontrol Stok, Mahasiswa Universitas Ciputra Makassar Bantu Digitalisasi Keuangan Vloora Coffee
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Luis Enrique nilai gelar juara Liga Champions kedua lebih sulit diraih
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.