Menko Airlangga: DSI Bakal Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola Ekspor SDA

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menko bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI sebagai eksportir tunggal komoditas sumber daya alam (SDA) strategis akan memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional melalui mekanisme ekspor satu pintu.

Menurut Airlangga, kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi, kualitas, dan validitas data ekspor SDA Indonesia. 

Baca Juga :
Mulai Besok! Ekspor Sawit, Batu Bara hingga Ferro Alloy Wajib Lapor DSI
Wamentan Apresiasi Pabrik Kelapa Sawit yang Beli TBS Petani Sesuai Harga Pemerintah

Dengan demikian, kehadiran DSI diharapkan dapat mencegah praktik kecurangan ekspor, seperti under invoicing, transfer pricing, serta pelarian devisa hasil ekspor.

"Pengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor. Sekali lagi, ini adalah memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor," ucap Airlangga dalam konferensi pers, Minggu, 31 Mei 2026.

Pembentukan DSI merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor SDA yang sebelumnya diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026.

Aturan tersebut menyebutkan bahwa ekspor tiga komoditas SDA strategis, yakni minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan paduan besi, wajib dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk sebagai eksportir tunggal. Dalam hal ini, BUMN yang dimaksud adalah DSI.

Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Juni 2026 dan diawali dengan masa transisi paling lambat hingga 31 Desember 2026, sebelum memasuki implementasi penuh pada 1 Januari 2027.

Airlangga menegaskan bahwa kehadiran DSI diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas data nilai ekspor tiga komoditas SDA Indonesia. Kondisi ini dinilai krusial mengingat ketiga komoditas tersebut merupakan penopang utama ekspor Indonesia.

Ia menyebut bahwa ketiga komoditas SDA strategis tersebut mencatat nilai ekspor sebesar USD 66,13 miliar, atau sekitar 23,4 persen dari total ekspor nasional sepanjang 2025.

Komoditas-komoditas tersebut, lanjut dia, juga menjadi kontributor utama surplus neraca perdagangan Indonesia yang telah berlangsung selama 71 bulan berturut-turut.

"Sehingga nilai ekspor yang tercatat menggambarkan besarnya transaksi ekspor yang sebenarnya. Sehingga kewajiban terhadap negara dan penerimaan negara dari pelaksanaan ekspor lebih optimal," imbuhnya.

Lebih lanjut, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan bahwa terdapat dua nilai tambah utama yang ingin dicapai DSI sebagai eksportir tunggal komoditas SDA.

Pertama, DSI diharapkan dapat mencegah praktik kecurangan ekspor dan pada akhirnya turut berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan negara dari ekspor SDA strategis.

Baca Juga :
Anggota DPR Nilai Pembentukan DSI Bisa Berdampak ke Perekonomian Nasional
Bareskrim Bongkar Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit, Kantor dan Gudang Perusahaan Digeledah
Bakal Diekspor via DSI, Wamen ESDM Kasih Bocoran Soal Bea Keluar Batu Bara

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bersama Aliansinya, Tetangga RI Kembangkan Senjata Bawah Laut Baru Tekan China
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
DKI sepekan, kebakaran jakbar hingga jalan ambles di Lenteng Agung
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Ulang Tahun Pertama El Rumi sebagai Suami, Ucapan Romantis Syifa Hadju Bikin Baper
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Hari Raya Waisak, 1.052 Narapidana dan Anak Binaan Dapat Remisi
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gabriel Magalhaes Tetap Disanjung Selangit Media-Media Inggris meski Bikin Arsenal Gagal Juara Liga Champions
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.