Ramai DJ Perempuan Jadi Korban Dugaan Pelecehan Seksual

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Industri hiburan Tanah Air diramaikan dengan kabar soal dugaan pelecehan seksual oleh founder grup DJ. Sejumlah perempuan yang diduga menjadi korban mulai speak up atas perbuatan terduga pelaku.

Salah satunya pemilik akun Instagram @l******. Dalam salah satu unggahan di akun Instagram pribadinya, perempuan berinisial L bahkan tak segan menyebutkan nickname dari terduga pelaku.

"Halo semuanya, aku adalah salah satu korban abuse of power yang dilakukan oleh salah satu founder," kata L dalam unggahan Instagram Story-nya. kumparan sudah mendapat izin untuk mengutip pada Sabtu (30/5).

L mengaku jadi salah satu murid di sekolah DJ itu. Awalnya dia mengaku nyaman dan senang berada di lingkungan tersebut. Apalagi dia bertemu dengan rekan-rekan yang suportif dan mentor-mentor yang menurutnya baik.

"Sebagai anak perantauan yang ingin punya relasi dan teman di Jakarta, aku benar-benar percaya dengan lingkungan itu," tuturnya.

Hingga pada suatu event, founder grup DJ itu beberapa kali merangkul dan menyentuhnya tanpa izin. Ketika itu, L bahkan dipaksa ke toilet. Karena takut, ia mengikuti perintah sang founder.

"Karena takut dan berada di posisi yang tertekan, aku menuruti. Di lorong toilet, tiba-tiba dia menciumku dan mencoba memaksakan lidahnya masuk ke mulutku tanpa persetujuanku," ujar L.

"Aku hanya bisa mengunci mulut dan menutup mata karena takut. Setelah itu dia berkata, 'Oh gitu lo ya?' dengan nada seolah aku yang salah karena menolak, lalu dia pergi," tambahnya.

Setelah kejadian itu, terduga pelaku justru menyebarkan fitnah terhadap L. Dia bahkan menyebut L kerap mendekati beberapa pria hidung belang. Padahal ketika itu, L berupaya menghindar.

Meski kecewa, L memastikan perbuatan pelaku tak merepresentasikan grup DJ itu sebagai wadah bagi para DJ. Kini, L pun berani speak up karena dukungan rekan-rekannya.

"Jujur, menulis ini bukan hal yang mudah. Aku takut, jijik, dan masih kepikiran sampai sekarang. Tapi aku merasa diam hanya akan membuat hal seperti ini terus terjadi," tutur L.

"Terima kasih buat teman-teman yang mendukung aku buat speak up. Sebagai penutup pokoknya yang jelek di sana cuma dia, sekian," tandasnya.

Kasus ini berawal dari sebuah postingan di Thread yang mengingatkan para DJ terutama perempuan yang mau join manajemen untuk lebih berhati-hati. Setelahnya banyak akun yang menceritakan kejadian tak menyenangkan di salah satu grup DJ di Jakarta.

Selain L ada beberapa pihak yang juga mengungkapkan kisah serupa. Salah satu eks founder grup DJ itu juga sudah buka suara. Mereka mendukung para korban untuk bersuara atau mungkin segera melayangkan proses hukum.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kecam Invasi Israel ke Lebanon, Prancis Minta Dewan Keamanan PBB Ambil Tindakan
• 1 menit lalubisnis.com
thumb
Universitas Pattimura Bentuk Pusat Studi untuk Perkuat Riset Kepulauan dan Dukung Pembangunan Maluku
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Punya Darah Indonesia, Musisi Singapura Sezairi Ingin Cari Jati Diri di Sini
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
MPM PP Muhammadiyah Salurkan 650 Paket Kurban untuk Kelompok Marginal di DIY
• 26 menit lalurepublika.co.id
thumb
Coway tegaskan inovasi berbasis riset jadi pondasi pengembangan produk
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.