Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menilai perkembangan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menunjukkan hasil positif setelah lebih dari sembilan bulan mengikuti proses pembelajaran. Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri para siswa yang tampil dalam berbagai pertunjukan.
"Kita lihat tadi tampilan mereka menunjukkan kinerja para kepala sekolah dan guru dalam mendidik selama lebih dari sembilan bulan terakhir ini," kata Gus Ipul.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai fasilitas yang diberikan selama proses pendidikan. Selain pembelajaran yang terstruktur, para siswa juga memperoleh makanan bergizi, teknologi pembelajaran, perpustakaan, serta laboratorium yang mendukung kegiatan belajar mengajar.
"Mereka lebih tampak percaya diri, optimis menatap masa depan, mereka bisa mendapatkan dukungan yang diperlukan dalam proses belajar mengajar itu," kata Gus Ipul.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas.
"Ini semua menjadikan anak-anak dari keluarga paling tidak mampu, mereka yang selama ini putus sekolah, tidak sekolah, bahkan mungkin diantara mereka ada yang belum pernah sekolah, itu bisa terjangkau dengan program ini," kata dia.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti turut mengapresiasi penampilan para siswa SRMP 19 Kupang. Menurutnya, perkembangan anak-anak yang berasal dari keluarga desil 1 dan 2 sangat membanggakan.
"Pak Mensos saya sudah berkali-kali ikut acara Sekolah Rakyat tapi setiap kali mereka tampil saya selalu terharu karena kami mengetahui dari mana mereka berasal dari desil 1 dan 2, lalu bisa tampil dengan begitu hebat dan memiliki mimpi luar biasa untuk masa depan. Luar biasa," kata Amalia.
Amalia menambahkan, pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam proses penjaringan siswa menjadi salah satu faktor yang membuat program Sekolah Rakyat lebih tepat sasaran bagi keluarga prasejahtera. Ia mengaku takjub melihat perubahan yang ditunjukkan para siswa.
"Tadi kita lihat, anak-anaknya sudah menjadi luar biasa. Saya melihat before and after, before-nya seperti ini, tetapi after-nya seperti yang tadi kita lihat bersama," jelas Amalia.
Senada, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menilai kemampuan dan potensi siswa Sekolah Rakyat sangat luar biasa.
"Kita semua di NTT baru pertama kali melihat langsung potensi dan kehebatan Sekolah Rakyat. Anak-anak sekolah rakyat, luar biasa," kata Emanuel.
Menurutnya, penampilan para siswa tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh emosi para tamu undangan yang hadir.
"Tariannya tadi menggetarkan, lagu-lagunya membuat kita semua kayak lagi menikmati bawang merah. Saya tadi banyak juga, manetes air mata," kata dia.
Acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden untuk Membangun SDM Menuju Kemandirian Ekonomi dibuka dengan atraksi baris-berbaris siswa SRMP 19 Kupang yang dipimpin komandan pleton Randy Fay. Penampilan tersebut disambut antusias para tamu undangan sebelum dilanjutkan dengan tari kontemporer Komodo Dragon yang dibawakan penuh energik.
Kemampuan dan kepercayaan diri para siswa juga tercermin melalui penampilan pidato dalam dua bahasa. Annisa Saharia menyampaikan pidato berbahasa Arab, sementara Kristo J. Mansula tampil membawakan pidato berbahasa Inggris dengan percaya diri di hadapan para undangan.
Para tamu juga disuguhkan drama bertajuk The Invisible People yang mengangkat kisah inspiratif tentang perjuangan dan harapan. Pertunjukan tersebut dinarasikan oleh Erida Solfasina Boys dengan Sifra Takain sebagai pemeran utama.
Rangkaian acara semakin semarak dengan penampilan paduan suara siswa yang dipadukan dengan pembacaan puisi oleh Fransiska D. Claura Botbesi.
Penampilan itu menjadi penutup pertunjukkan yang memukau sekaligus menunjukkan perkembangan kemampuan para siswa dalam bidang seni, akademik, dan kepercayaan diri.
Turut hadir dalam kegiatan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Anggota Komisi XII DPR RI Dipo Nusantara Pua Upa serta Kepala BPS Provinsi NTT Matamira B. Kale.
Hadir pula Wali Kota Kupang Christian Widodo, Bupati Kupang Yosef Lede, Wakil Bupati Timor Tengah Utara Kamilus Elu, dan Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy.
Acara juga dihadiri Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Sosial, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemensos dan BPS, komisioner KND Jonna Aman Damanik serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT.
Selain itu, hadir kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik SRMP 19 Kupang, Pendamping PKH, Tagana, operator desa, lansia produktif, serta para orang tua dan siswa.
(akd/ega)





