Kapan Insentif Mobil dan Motor Listrik Cair? Ini Penjelasan Resmi Pemerintah

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merencanakan insentif mobil dan motor listrik yang mulai diterapkan pada Juni 2026. Insentif yang diberikan dalam bentuk pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) yaitu subsidi pembelian kendaraan listrik.
 
"Nanti anggarannya kami hitung dan kami siapkan. Yang jelas, saya ingin itu masuk mulai awal Juni bisa diimplementasikan," kata Purbaya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, dikutip Minggu, 31 Mei 2026.
  Bca juga: Transportasi Publik dan Kendaraan Listrik Jadi Andalan Baru Pertumbuhan Ekonomi   Simulasi insentif kendaraan listrik  
Melansir dari laman Pajakku, pemerintah telah menyiapkan pemberian insentif dan berikut skema yang sedang disiapkan: 

  • PPN DTP senilai 100 persen untuk mobil listrik berbasis nikel.
  • PPN DTP senilai 40 persen untuk mobil listrik selain basis nikel.
  • Subsidi pembelian motor listrik sebesar Rp5 juta per motor.
 
Adapun batas kuota yang diberikan oleh Pemerintah, antara lain: 
  • Kuota 100 ribu unit mobil listrik.
  • Kuota 100 ribu unit motor listrik.


(Ilustrasi mobl listrik. Foto: Medcom.id)
  Tujuan insentif kendaraan listrik  
Pada kesempatan yang lain, Purbaya mengatakan eskalasi konflik Timur Tengah terpantau masih lama, sehingga perlu menyiapkan diri untuk mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebab nantinya akan terus meningkat kelangkaan minyak yang diiringi melambung tinggi juga harganya.
 
"Kelihatannya itu perangnya masih panjang. Artinya konsumsi BBM kita juga akan masih tinggi dan dengan harga yang lebih tinggi. Jadi kalau saya bisa pindahkan ke listrik, itu akan mengurangi impor kita dengan signifikan," kata Purbaya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta.
 
Selain itu, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) juga mendukung kebijakan insentif elektrifikasi kendaraan yang mampu menggerakkan perekonomian nasional.
 
Indef menilai, kebijakan transisi energi tersebut menarik minat investor global, tercatat investasi asing di sektor kendaraan listrik mencapai USD2,73 miliar dalam tiga tahun terakhir. (Adrian Bachtiar)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Demi Bertahan di AS Roma, Paulo Dybala Rela Potong Gaji Ekstrem hingga 60 Persen
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Harga Emas Galeri 24, UBS dan Antam Retro Hari Ini: Antam Rp2,9 Juta
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pacu Pertumbuhan Bisnis di Indonesia, Perusahaan Korsel Andalkan R&D
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
PSG Ukir Sejarah dengan Pertahankan Gelar Liga Champions, Menyusul Jejak Real Madrid
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Lima Hari Dicari, Pemancing yang Hanyut di Sungai Batang Toru Ditemukan Tewas
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.