Jakarta, tvOnenews.com - Kebahagiaan Paris Saint Germain sebagai juara Liga Champions ternyata menyisakan duka dan amarah.
Paris Saint Germain menjuarai Liga Champions usai menyingkirkan Arsenal lewat adu penalti di Budapest, Sabtu (30/5/2026). Namun kemenangan tersebut tercoreng dengan adanya korban tewas hingga ratusan orang ditangkap pihak kepolisian di Prancis.
Ribuan suporter PSG memadati jalan-jalan di Paris untuk merayakan kemenangan tim kesayangan mereka. Atmosfer pesta yang semula meriah berubah tegang ketika sejumlah kelompok massa terlibat bentrokan dengan aparat keamanan.
Dilansir dari laman France 24, Minggu (31/5/2026), Pemerintah Prancis mengonfirmasi sedikitnya 780 orang ditangkap dalam operasi pengamanan yang dilakukan di seluruh negeri. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan perayaan serupa tahun lalu ketika PSG juga meraih kesuksesan di kompetisi Eropa.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengungkapkan bahwa aparat telah mengerahkan sekitar 22.000 personel keamanan untuk mengantisipasi potensi kerusuhan selama perayaan berlangsung.
"Kami mencatat 780 penangkapan, meningkat 32 persen dibandingkan perayaan kemenangan PSG di Liga Champions tahun lalu," ujar Laurent Nunez.
Menurut Nunez, situasi semakin sulit dikendalikan karena meningkatnya penggunaan kembang api dan petasan yang diarahkan langsung kepada petugas keamanan. Akibat insiden tersebut, puluhan aparat mengalami luka-luka saat berupaya membubarkan massa.
"Ada 57 anggota pasukan keamanan yang mengalami cedera dan sebanyak 219 orang terluka di seluruh Prancis, termasuk delapan orang yang mengalami luka serius," kata Nunez.
Tidak hanya menimbulkan kerusuhan, malam perayaan kemenangan PSG juga diwarnai tragedi memilukan. Kantor Kejaksaan Paris mengumumkan seorang pemuda meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan sepeda motor motocross di jalan lingkar Paris.
Selain itu, seorang warga dilaporkan menjadi korban penyerangan menggunakan senjata tajam di ibu kota Prancis. Korban saat ini berada dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif.
Kericuhan yang terjadi kembali menyoroti tantangan besar yang dihadapi aparat keamanan Prancis setiap kali PSG meraih hasil besar di kompetisi Eropa. Dalam beberapa tahun terakhir, perayaan kemenangan klub raksasa asal Paris tersebut kerap disertai aksi vandalisme, bentrokan, hingga gangguan ketertiban umum.




