Tak Hanya Perempuan, Faktor Kesuburan Pria Ternyata Sumbang 30 Persen Kasus Infertilitas

tabloidbintang.com
22 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Masalah kesuburan masih menjadi tantangan bagi banyak pasangan yang mendambakan kehadiran buah hati. Menariknya, anggapan bahwa infertilitas hanya berkaitan dengan kondisi perempuan kini mulai terpatahkan.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas dari Bocah Indonesia, dr. Steven Aristida, Sp.OG, Subsp.FER, FICS, mengungkapkan bahwa faktor kesuburan pria memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap kasus infertilitas.

"Male factor menempati sekitar 30 persen dari keseluruhan kasus infertilitas. Jadi bukan hanya persoalan perempuan," ujar dr. Steven dalam acara perayaan tujuh tahun Bocah Indonesia bertajuk 7 Wonders: The Journey Beyond Limits di Park Hyatt Jakarta, Minggu (31/5).

Menurut dr. Steven, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan reproduksi saat ini terus meningkat. Semakin banyak pasangan yang datang untuk mengetahui kondisi kesuburan mereka sejak dini.

 Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas dari Bocah Indonesia, dr. Steven Aristida, Sp.OG, Subsp.FER, FICS

Namun, faktor ekonomi masih menjadi salah satu alasan yang membuat sebagian pasangan menunda program hamil.

"Kesadaran untuk diagnosis sebenarnya meningkat. Orang makin berani memeriksa diri, mengetahui ada atau tidaknya gangguan fertilitas. Namun sebagian pasangan masih menunda memulai program hamil karena mempertimbangkan kondisi ekonomi," jelas Steven.

Steven menambahkan, pemeriksaan kesuburan pria saat ini jauh lebih kompleks dibanding sekadar menghitung jumlah sperma.

Dokter juga menilai kemampuan gerak sperma, bentuk sperma, hingga kualitas materi genetik melalui pemeriksaan DNA Fragmentation Index (DFI).

"DFI yang tinggi dapat memengaruhi kesuburan dan meningkatkan risiko keguguran, bahkan ketika kehamilan sudah berhasil terjadi," terang Steven.

Selain faktor pria, dr. Steven juga menyoroti beberapa gangguan reproduksi yang sering ditemukan pada perempuan, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), endometriosis, hingga keguguran berulang.

Menurutnya, kasus keguguran berulang tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga bisa menguras kondisi emosional pasangan yang sedang berjuang mendapatkan keturunan.

"Kondisi ini tidak hanya soal kegagalan kehamilan, tetapi juga dapat menurunkan mental pasangan karena mengalami kehilangan berulang," ungkap dr. Steven.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Steven mengingatkan perempuan agar tidak mengabaikan nyeri haid yang berlebihan. Pasalnya, kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda adanya endometriosis yang berpotensi mengganggu kesuburan.

"Banyak pasien endometriosis baru terdiagnosis setelah bertahun-tahun menahan nyeri. Padahal diagnosis dini penting agar fungsi reproduksi tetap terjaga," tuturnya.

perayaan tujuh tahun Bocah Indonesia bertajuk 7 Wonders: The Journey Beyond Limits di Park Hyatt Jakarta, Minggu (31/5).

Ia menyarankan pasangan berusia di bawah 35 tahun untuk berkonsultasi dengan dokter apabila belum memperoleh kehamilan setelah satu tahun berhubungan rutin tanpa kontrasepsi.

Sementara bagi pasangan berusia di atas 35 tahun, pemeriksaan dianjurkan dilakukan setelah enam bulan.

"Cadangan sel telur perempuan menurun seiring usia, terutama setelah 35 tahun. Kualitas sperma juga berubah dengan pertambahan umur," jelas dr. Steven.

Sementara itu, Founder dan CEO Bocah Indonesia, dr. Pandji Sadar, MBBS, AMPH, menegaskan bahwa perjalanan mendapatkan keturunan bukan hanya soal teknologi medis, tetapi juga dukungan dan pendampingan yang tepat bagi setiap pasangan.

"Setiap pasangan memiliki perjalanan berbeda. Karena itu kami ingin menghadirkan layanan fertilitas yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga personal dalam pendampingannya," pungkas dr. Pandji.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KSAD Sebut Ryamizard Sosok yang Selalu Antusias Bahas Pembinaan Satuan Militer
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Resmi Ditutup, DJP Catat SPT PPh Badan Capai 1 Juta Wajib Pajak
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
DPD PDIP Jatim Antisipasi Politik Digital 2029 Lewat Konsolidasi Medsos
• 21 jam laluberitajatim.com
thumb
Agum Gumelar soal Sosok Almarhum Ryamizard Ryacudu: Mukanya Garang tapi Humanis
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Jaga Kedaulatan, Kemhan RI Pastikan Modernisasi Alutsista Pertahanan
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.