“Raksasa Hutan” Masuk Museum, Sampah Disulap Menjadi Karya Seni untuk Mengingatkan Bahaya Pemborosan

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com. Di Denmark, ada seorang seniman unik yang ahli menciptakan karya seni dari barang-barang bekas dan limbah daur ulang. Ia terutama dikenal karena patung-patung raksasa dari kayu yang dibuatnya. Melalui karya-karya tersebut, ia berharap dapat mengingatkan masyarakat agar mengurangi pemborosan dan menghasilkan lebih sedikit sampah.

Pameran yang bertajuk “Trash People” (Manusia Sampah) ini digelar di ARKEN Museum of Contemporary Art, sebuah museum seni modern yang terletak di pinggiran kota Copenhagen.

“Ceritanya adalah delapan raksasa menyelinap masuk ke museum pada tengah malam… lalu membuat seorang manusia raksasa dari sampah. Seolah-olah mereka sedang memperingatkan manusia dan memberi pelajaran kepada kita: bersikaplah lebih baik dan jangan membuang sampah di tempat orang lain hidup,” ujar Seniman daur ulang asal Denmark, Thomas Dambo, menjelaskan konsep pameran. 

Seniman daur ulang asal Denmark, Thomas Dambo (Tangkapan Layar)

Selama lebih dari sepuluh tahun, Thomas Dambo telah menempatkan patung-patung troll raksasa dari kayu di berbagai belahan dunia. Hingga saat ini, ia telah menciptakan hampir 200 patung raksasa di 19 negara. Banyak di antaranya menjadi viral di internet dan menarik banyak pengunjung untuk datang berfoto dan melihatnya secara langsung.

Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah Long Leif, yang menjulang setinggi 43 kaki (sekitar 13 meter).

Patung-patung raksasa bernuansa dongeng ciptaan Dambo tersebar dan tersembunyi di hutan, pegunungan, serta kawasan alam liar di berbagai negara. Masyarakat dapat menemukan lokasi karya-karya tersebut melalui “Peta Raksasa” yang tersedia secara daring.

Patung daur ulang (tangkapan Layar)

Hampir seluruh patung yang dibuatnya berasal dari limbah dan bahan daur ulang. Ia bahkan memanfaatkan barang elektronik bekas, pakaian bekas, dan berbagai material yang telah dibuang.

“Ini sebenarnya bukan semata-mata soal mendaur ulang. Faktanya, pakaian yang ada di lemari Anda mungkin sudah cukup untuk dipakai seumur hidup,” ujar Thomas Dambo. 

Laporan oleh Liu Jiajia, NTD Television, Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel Duduki Kastil Bersejarah Lebanon, Netanyahu: Kita Perluas Cengkeraman yang Dikuasai Hizbullah
• 46 menit lalukompas.tv
thumb
Fase Puncak Haji Rampung, Layanan di Mina Jadi Evaluasi
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Jenazah Eks Menhan Ryamizard Akan Disemayamkan di Rumah Duka di Cikeas Bogor
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG Minggu 31 Mei 2026: Cek Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
• 17 jam laludisway.id
thumb
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.