TEL AVIV, KOMPAS.TV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu akhirnya buka suara usai tentaranya menduduki kastil bersejarah di Lebanon.
Militer Israel menegaskan telah menduduki Kastil Beaufort yang berusia 900 tahun. Menurut mereka, kastil itu merupakan punggung bukit strategis di Lebanon Selatan.
Pendudukan kastil tersebut dilakukan setelah serangan Hizbullah ke arah Israel utara yang menyebabkan penutupan sekolah.
Baca Juga: Iran Tembak Jatuh Drone AS, Disebut Masuk Wilayah Perairan Teheran
Serangan itu disebut jadi yang terberat sejak gencatan senjata pada April lalu.
“Saya memerintahkan (militer) untuk memperluas manuver darat di Lebanon,” ujar Netanyahu dalam pernyataannya, Minggu (31/5/2026), dikutip dari Arab News.
Tentara Israel dan Hizbullah terus saling menyerang sejak gencatan senjata pada pertengahan April.
Hizbullah menggunakan drone kamikaze murah dan mudah dirakit yang sulit dihalau oleh pertahanan udara dan telah menewaskan beberapa tentara Israel di Lebanon selatan.
Sedangkan militer Israel telah menguasai wilayah hingga Sungai Litani di Lebanon. Saat ini, pasukan mereka sedang bergerak maju hingga Sungai Zaharani yang berjarak sekitar 10 km ke utara.
“Tujuannya adalah memperdalam dan memperluas cengkeraman kita di tempat-tempat yang berada di bawah kendali Hizbullah,” tuturnya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Arab News
- benjamin netanyahu
- israel
- lebanon
- kastil bersejarah
- kastil beaufort





