Armuji Plh Wali Kota Surabaya mengimbau masyarakat untuk tidak membesar-besarkan isu teror pocong. Terlebih setelah diketahui kalau teror itu hanyalah rekayasa AI.
“Jadi begini, (teror) pocong itu benar (ada) atau tidak. Kalau (hasilnya) cuma karena AI, ya jangan dibesar-besarkan,” katanya, ditemui Minggu (31/5/2026).
Armuji juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah tertipu dengan kecanggihan teknologi. Dia meminta masyarakat langsung melapor jika ada kejadian serupa atau teror dalam bentuk apapun.
“Teknologi itu jangan sampai menipu kita dan membuat kita terjebak dengan hal-hal semacam itu. Karena itu kan hoaks ya. Jadi nggak perlu kita tanggapi secara serius,” tambahnya.
BACA JUGA: Heboh Foto Pocong Berkeliaran di Mulyorejo, Polisi Pastikan Hoaks Rekayasa AI
Sebelumnya, Polsek Mulyorejo menerima laporan masyarakat terkait teror pocong yang meresahkan.
Setelah dilakukan pengecekan, AKP Dest Ratnasih Dewanti Kapolsek Mulyorejo bersama anggotanya tidak menemukan adanya teror tersebut. Justru faktanya, gambar pocong yabg tersebar itu merupakan hasil rekayasa AI.
Dalam penelusuran polisi, diketahui bahwa yang membuat dan menyebarkan gambar pocong itu adalah seorang anak berusia 14 tahun.
Adanya kejadi gambar pocong yang tersebar itu, pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tidak memanfaatkan teknologi AI untuk membuat konten yang menakut-nakuti warga.
Polisi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas, dengan tidak membuat konten meresahkan. (kir/saf/ham)



