REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menegaskan kesiapan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjalankan mandat pengelolaan sumber daya alam (SDA) nasional dengan mengedepankan tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers terkait persiapan operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Ahad (31/5/2026).
"Tadi sudah disampaikan dengan sangat jelas oleh Pak Menko (Perekonomian), pemerintah sangat bijaksana di dalam mengimplementasikan program ini," ujar Dony.
- Danantara: DSI Ciptakan Nilai Tambah Ekspor SDA Indonesia
- Danantara akan Umumkan Jajaran Pengurus PT DSI Pekan Depan
- APBI Nilai Kebijakan Ekspor Lewat DSI Akan Ubah Fundamental Perdagangan Batubara
Dony mengatakan pemerintah telah menyiapkan masa transisi selama sekitar tujuh bulan, mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026 untuk memastikan implementasi program berjalan secara matang dan terukur.
Menurutnya, fokus utama Danantara saat ini adalah memastikan DSI beroperasi dengan standar tata kelola perusahaan yang kuat sehingga mampu menjalankan amanah pengelolaan sumber daya alam secara profesional.
.rec-desc {padding: 7px !important;}"Tadi disampaikan dengan sangat jelas, kita memastikan perusahaan ini akan berjalan sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), transparan, dan akuntabel," ucap Dony.
Mantan Direktur Utama InJourney itu menyebut GCG, transparansi, dan akuntabilitas menjadi patokan utama bagi DSI. Ia menegaskan tata kelola yang baik menjadi kunci agar tujuan pembentukan perusahaan dapat tercapai dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
"Karena kita tidak mau satu niat yang baik kalau dikelolanya tidak baik nanti menjadi problem yang pemindahan masalah saja," lanjut Dony.
Untuk mendukung operasional perusahaan, sambung Dony, Danantara juga tengah melakukan proses seleksi sumber daya manusia secara ketat. Menurut Dony, proses tersebut dilakukan guna memastikan tim yang bergabung memiliki kompetensi dan integritas yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
"Kami juga sedang melakukan proses seleksi yang ketat berkaitan dengan SDM yang nanti akan bergabung dengan DSI. Ini juga sedang dilakukan proses seleksi yang ketat dan mudah-mudahan minggu depan akan ada beberapa nama lagi yang akan diumumkan menjadi bagian dari DSI," sambung Kepala BP BUMN tersebut.
Selain penguatan SDM, Dohy sampaikan, Danantara juga tengah mengembangkan sistem teknologi yang akan menjadi fondasi operasional perusahaan. Ia mengatakan pengembangan sistem tersebut ditujukan untuk mendukung pengelolaan SDA yang efektif, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kemudian juga berkaitan dengan teknologi kita juga sedang mengembangkan satu sistem yang baik. Harapannya ini amanah besar yang dititipkan masyarakat untuk mengelola SDA kita menjadi memberikan manfaat yang maksimal," ucap Dony.
Dony menambahkan Danantara Indonesia berkomitmen menjalankan program tersebut secara terbuka. Ia mengaku siap menerima pengawasan dari masyarakat demi memastikan manfaat pengelolaan SDA dapat dirasakan secara optimal oleh bangsa Indonesia.
"Karena itu kami dari Danantara Indonesia akan berupaya sebaik mungkin dan dapat diawasi oleh masyarakat Indonesia dalam implementasi program ini," kata Dony.




