HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kepergian Yuran Fernandes dari PSM Makassar bukan sekadar kehilangan satu pemain. Bagi Pasukan Ramang, ini adalah akhir dari sebuah era yang selama beberapa musim menjadi fondasi kekuatan tim.
Yuran tidak hanya dikenal sebagai bek tangguh yang sulit dilewati lawan. Ia adalah kapten, pemimpin ruang ganti, simbol semangat juang, sekaligus wajah pertahanan PSM dalam berbagai momen penting. Ketika PSM meraih gelar juara Liga 1 musim 2022/2023, nama Yuran menjadi salah satu figur yang tak bisa dipisahkan dari keberhasilan tersebut.
Karena itu, ketika bek asal Cape Verde tersebut dikabarkan menerima pinangan Persebaya Surabaya dan kembali bekerja bersama Bernardo Tavares, dampaknya bagi PSM jauh lebih besar daripada sekadar kehilangan seorang pemain asing.
Kini PSM memasuki fase baru. Fase yang bukan hanya tentang mencari pengganti Yuran, tetapi juga menentukan seperti apa wajah tim musim 2026/2027 nanti.
Yang menarik, hingga saat ini manajemen PSM belum terlihat tergesa-gesa dalam mengambil keputusan terkait pemain asing. Situasi tersebut tidak lepas dari belum hadirnya pelatih kepala baru yang akan menjadi nahkoda tim menggantikan Bernardo Tavares.
Di sinilah PSM berada pada titik yang sangat menentukan.
Sebab, siapa pun pelatih yang nantinya datang, hampir dipastikan akan memiliki pengaruh besar dalam menentukan komposisi pemain asing musim depan.
Akhir Sebuah Generasi Asing PSM
Dalam beberapa musim terakhir, PSM dikenal memiliki komposisi pemain asing yang relatif stabil.
Nama-nama seperti Yuran Fernandes, Wiljan Pluim, Kenzo Nambu hingga Aloisio Neto pernah menjadi bagian dari tulang punggung tim. Mereka bukan hanya memberikan kualitas teknis, tetapi juga membentuk identitas permainan yang khas.
Kini, setelah Pluim telah lebih dulu pergi dan Yuran menyusul meninggalkan Makassar, PSM praktis kehilangan dua figur asing yang selama ini menjadi simbol kepemimpinan di lapangan.
Situasi tersebut membuat manajemen harus berpikir lebih hati-hati.
Apakah mempertahankan sebagian pemain asing yang ada saat ini? Atau melakukan perombakan total sesuai kebutuhan pelatih baru?
Pertanyaan itu belum memiliki jawaban pasti.
Namun satu hal yang jelas, keputusan mengenai pemain asing tidak bisa lagi hanya didasarkan pada performa individu. Pemain yang direkrut harus sesuai dengan filosofi dan kebutuhan taktik pelatih yang akan datang.
Menunggu Cetak Biru Pelatih Baru
Direktur Teknik PSM, Zulkifli Syukur, sebelumnya sudah memberi sinyal bahwa tim membutuhkan proses “restart” setelah musim yang berjalan tidak sepenuhnya sesuai harapan.
Proses restart itu tentu tidak hanya menyentuh aspek permainan, tetapi juga struktur skuad.
Karena itu, sebelum menentukan pemain asing baru, manajemen perlu mengetahui lebih dulu seperti apa karakter pelatih yang akan ditunjuk.
Jika pelatih baru menginginkan permainan menyerang dengan penguasaan bola dominan, maka kebutuhan pemain asing tentu berbeda dibandingkan jika pelatih yang datang lebih menyukai pendekatan pragmatis dan transisi cepat seperti yang selama ini diterapkan Bernardo Tavares.
Artinya, seluruh proses perekrutan saat ini kemungkinan masih berada pada tahap pemetaan.
Manajemen bisa saja sudah memiliki daftar kandidat. Namun keputusan akhir tetap akan sangat bergantung pada sosok yang nantinya duduk di kursi pelatih kepala.
Posisi yang Paling Mendesak
Dari seluruh slot pemain asing yang tersedia, posisi bek tengah menjadi kebutuhan paling mendesak.
Kepergian Yuran meninggalkan lubang besar di jantung pertahanan. PSM tidak hanya kehilangan kemampuan bertahan yang solid, tetapi juga kehilangan sosok pemimpin yang selama ini menjadi pengatur koordinasi lini belakang.
Mencari bek asing baru dengan kualitas mendekati Yuran tentu bukan pekerjaan mudah.
PSM membutuhkan pemain yang kuat dalam duel udara, memiliki kemampuan membaca permainan, berani mengorganisasi rekan-rekannya, dan mampu menghadapi tekanan besar dari suporter maupun kompetisi.
Karakter seperti itu tidak selalu bisa dilihat dari statistik semata.
Karena itu, proses pencarian bek asing baru kemungkinan akan menjadi salah satu prioritas utama manajemen begitu pelatih baru resmi ditunjuk.
Siapa yang Bertahan?
Selain mencari pemain baru, PSM juga harus menentukan siapa saja pemain asing yang masih layak dipertahankan.
Aloisio Neto menjadi salah satu nama yang masa depannya terus menjadi bahan spekulasi. Bek asal Brasil tersebut juga dikaitkan dengan sejumlah klub, termasuk Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya.
Jika Neto bertahan, PSM setidaknya masih memiliki satu figur berpengalaman di lini belakang. Namun jika ia ikut hengkang, maka proses pembangunan ulang pertahanan harus dimulai hampir dari nol.
Di sektor lain, manajemen juga perlu mengevaluasi kontribusi seluruh pemain asing berdasarkan kebutuhan musim depan.
Evaluasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam menentukan apakah PSM membutuhkan perombakan besar atau hanya melakukan penyempurnaan di beberapa posisi.
Musim Penentuan bagi Pasukan Ramang
Bagi suporter Juku Eja, situasi saat ini mungkin menimbulkan kekhawatiran. Kehilangan Yuran Fernandes tentu bukan kabar yang mudah diterima.
Namun di sisi lain, momen seperti ini juga bisa menjadi awal dari babak baru.
Sepanjang sejarahnya, PSM beberapa kali kehilangan pemain bintang, tetapi selalu mampu melahirkan figur-figur baru yang kemudian menjadi ikon klub.
Tantangan terbesar saat ini bukan sekadar mencari pengganti Yuran. Tantangan sesungguhnya adalah membangun kembali fondasi tim yang mampu bersaing dalam kompetisi yang semakin ketat.
Karena itu, beberapa pekan ke depan akan menjadi periode yang sangat krusial bagi manajemen PSM Makassar. Penunjukan pelatih baru akan menjadi titik awal yang menentukan arah kebijakan transfer, termasuk dalam menyusun komposisi pemain asing.
Sebab setelah era Yuran Fernandes berakhir, PSM kini memasuki masa transisi yang akan menentukan wajah Pasukan Ramang untuk beberapa musim ke depan. Dan dari seluruh keputusan yang akan diambil, satu hal yang paling ditunggu publik sepak bola Makassar adalah: siapa sosok yang akan dipercaya menjadi pemimpin baru di jantung pertahanan Juku Eja?





