Padang Pariaman, tvOnenews.com - Kecemasan kini menyelimuti civitas akademika Pondok Pesantren Luhur Kalampaian, institusi pendidikan agama tertua di Sumatera Barat yang berada di Nagari Lareh Nan Panjang Selatan, Kecamatan Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman.
Pesantren tersebut terancam abrasi Sungai Batang Manguai yang terus menggerus daratan di sekitar bangunan utama. Setiap kali hujan deras turun, para santri dan pengurus pesantren dihantui kekhawatiran akan terulangnya banjir besar yang sempat melanda beberapa bulan lalu.
Bencana itu meninggalkan kerusakan infrastruktur dan mengubah kondisi aliran sungai secara drastis. Aliran Sungai Batang Manguai kini melebar dan terus mengikis tebing di sekitar pesantren. Saat ini, jarak antara tebing sungai dengan bangunan utama pesantren hanya tersisa sekitar lima meter.
Pengurus pesantren, Iswandi, berharap pemerintah segera membantu melakukan normalisasi sungai guna mencegah dampak yang lebih besar terhadap pesantren dan masjid di kawasan tersebut.
“Tentunya harapan kami, baik dari pihak pesantren maupun pengurus masjid, berharap kepada pemerintah untuk dibantu dalam menormalisasi Batang Manguai ini supaya banjir yang akan datang tidak memberikan musibah atau dampak negatif kepada pesantren dan masjid kami,” ujar Iswandi.
Upaya mitigasi darurat telah dilakukan pihak pesantren bersama tokoh masyarakat setempat. Berbagai aspirasi juga telah disampaikan agar dilakukan penanganan menyeluruh terhadap aliran sungai, karena bantuan yang bersifat sementara dinilai tidak akan mampu menghentikan abrasi yang terus terjadi.
Tokoh masyarakat setempat, Muhammad Agung Priatama, mengaku khawatir kondisi tersebut dapat mengancam keselamatan pesantren di masa mendatang.
“Sangat berharap karena untuk ke depannya nanti bisa mengancam keselamatan pesantren,” ungkapnya.
Pemerintah nagari disebut telah mengajukan sejumlah proposal perbaikan infrastruktur. Namun hingga kini, normalisasi Sungai Batang Manguai yang menjadi persoalan utama belum juga terealisasi.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman segera mengambil langkah nyata untuk menangani abrasi yang terus mendekati kawasan pesantren.
Pesantren Luhur Kalampaian selama ini dikenal sebagai salah satu tonggak pendidikan Islam di Sumatera Barat yang telah melahirkan ribuan generasi.
Pasca-gempa 2009 silam, bangunan masjid pesantren tersebut pernah kembali berdiri berkat solidaritas pemirsa tvOne. Kini, di tengah ancaman abrasi sungai, pesantren bersejarah itu kembali membutuhkan perhatian agar tidak hilang diterjang arus Sungai Batang Manguai.




