EtIndonesia.com. Dialog Shangri-La, forum keamanan paling berpengaruh di kawasan Asia-Pasifik, resmi dibuka di Singapura pada Jumat (29/5/2026). Para pemimpin pertahanan, pejabat tinggi militer, dan pakar keamanan dari berbagai negara berkumpul untuk membahas tantangan keamanan regional dan global. Di tengah meningkatnya ketegangan di Laut Tiongkok Selatan, Selat Taiwan, dan kawasan Indo-Pasifik, strategi keamanan regional menjadi fokus utama pembahasan.
Dalam pidato pembukaannya, para pemimpin dan pejabat pertahanan menekankan pentingnya menjaga tatanan internasional berbasis aturan, kebebasan navigasi, serta stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Sejumlah negara menyatakan keprihatinan atas meningkatnya aktivitas militer dan ketegangan geopolitik di kawasan. Mereka juga menyoroti pentingnya memperkuat kerja sama pertahanan, berbagi informasi intelijen, serta meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai ancaman keamanan, termasuk konflik militer, serangan siber, dan tantangan keamanan maritim.
Forum tahun ini dihadiri oleh pejabat dan delegasi dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Australia, India, negara-negara ASEAN, serta sejumlah negara Eropa. Para peserta membahas berbagai isu strategis, seperti keamanan maritim, stabilitas Selat Taiwan, konflik regional, dan kerja sama pertahanan multilateral.
Sejumlah analis menilai bahwa meningkatnya perhatian terhadap kawasan Indo-Pasifik mencerminkan perubahan lanskap geopolitik global. Kawasan ini kini dipandang sebagai salah satu pusat persaingan strategis paling penting di dunia, sehingga menjadi fokus utama kebijakan keamanan banyak negara.
Dialog Shangri-La yang diselenggarakan setiap tahun di Singapura telah menjadi platform penting bagi para pemimpin pertahanan dan keamanan untuk bertukar pandangan, mengelola perbedaan, serta mencari peluang kerja sama dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Sumber : NTDTV.com





