Konsumsi dan Investasi Topang Pertumbuhan Ekonomi Jateng pada Kuartal I/2026

bisnis.com
18 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Kuartal I/2026 berada di angka 5,89% (year-on-year/yoy). Kinerja tersebut berada di atas rerata nasional yang berada di 5,84% (yoy).

Konsumsi rumah tangga serta pembentukan modal tetap bruto menjadi sumber pertumbuhan utama perekonomian Jawa Tengah pada periode tersebut. Dari sisi lapangan usaha, sumber pertumbuhan berasal dari industri pengolahan dan konstruksi.

"Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau Investasi dan Konsumsi Pemerintah turut mendukung peningkatan kinerja perekonomian Jawa Tengah dari sisi pengeluaran. Investasi pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 9,61% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2025 sebesar 6,24% (yoy). Akselerasi investasi didukung pembangunan pabrik di kawasan industri dan proyek strategis yang masih berlanjut," jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, dikutip Minggu (31/5/2026).

Nugroho menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian Jawa Tengah. Kontribusinya mencapai 60,01% dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah. Kenaikan sebesar 5,08% (yoy) pada sektor pengeluaran tersebut, lanjut Nugroho, dikontribusikan oleh momentum mudik Lebaran Idulfitri.

"Optimisme ini sejalan dengan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang menunjukkan peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jawa Tengah dari 117,56 pada Kuartal IV/2025 menjadi 123,82 pada Kuartal I/2026," jelas Nugroho dalam siaran persnya.

Tidak hanya investasi swasta, stimulus fiskal melalui penyerapan belanja pemerintah juga menjadi mesin penggerak sekunder. Konsumsi pemerintah dilaporkan tumbuh mencapai 19,36% (yoy), sebuah lompatan signifikan dibanding kuartal sebelumnya yang berada di angka 9,11% (yoy).

Baca Juga

  • Jawa Tengah Akselerasi Pemerataan Ekonomi Kawasan Utara-Selatan
  • Ekonomi Jateng Tumbuh Lebih Baik Dibanding Kuartal Sebelumnya
  • Inflasi Jawa Tengah Capai 3,54% pada Maret 2026

Realisasi tersebut merupakan dampak langsung dari akselerasi pembangunan jalan raya di berbagai kabupaten/kota serta pembenahan infrastruktur pariwisata demi memastikan kelancaran dan kenyamanan arus mudik Lebaran 2026.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan yang memiliki pangsa terbesar sebesar 32,69% masih menjadi kontributor utama terhadap PDRB Jawa Tengah.

Sektor ini pada Kuartal I/2026 tetap tumbuh positif sebesar 4,04% (yoy) seiring dengan kuatnya kinerja industri manufaktur, namun mengalami perlambatan akibat bencana banjir di sejumlah wilayah yang mengganggu jalur logistik, termasuk perjalanan kereta api di jalur utara Jawa, jelas Nugroho.

“Namun demikian, kinerja industri pengolahan pada periode ini mengalami perlambatan seiring dengan pengaruh bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah sehingga menghambat jalur logistik seperti terhambatnya perjalanan kereta api di jalur utara Jawa,” ujarnya.

Di balik perlambatan sektor manufaktur tersebut, sektor konstruksi justru tampil sebagai penyumbang pertumbuhan baru di Jawa Tengah. Sektor konstruksi tercatat melesat dengan pertumbuhan sebesar 11,91% (yoy) pada Kuartal I/2026, naik signifikan dari capaian Kuartal IV/2025 yang berada di 6,85% (yoy).

Lompatan ini dipicu oleh masifnya proyek strategis pemerintah, ekspansi pabrik manufaktur, serta realisasi pembangunan fasilitas publik baru seperti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Sekolah Rakyat.

Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan-minum yang menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,14% (yoy), lebih tinggi dibanding periode sebelumnya sebesar 13,97% (yoy), pungkas Nugroho.

“Peningkatan kinerja lapangan usaha ini terutama didorong oleh kenaikan tingkat okupansi hotel, penyediaan makanan dan minuman selama momentum Ramadan dan HBKN, serta akselerasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jumlah Murid Jatim Lolos SNBT 2026 Naik 19,9 Persen
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Cek Fertilitas Jadi Langkah Awal Rencanakan Kehamilan, Promil Tak Lagi Tabu!
• 6 jam laluherstory.co.id
thumb
Prabowo: Jangan Jadikan Pancasila Hanya Mantra dan Slogan!
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Fadli Zon Ungkap Kedekatan Prabowo dan Ryamizard Sejak Masa Taruna
• 2 jam laludetik.com
thumb
Saat Dunia Sulit, Prabowo Sebut Indonesia Lebih Siap
• 55 detik laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.