Cek Fertilitas Jadi Langkah Awal Rencanakan Kehamilan, Promil Tak Lagi Tabu!

herstory.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Kesadaran untuk memeriksakan kesehatan reproduksi sebelum menjalani program hamil (promil) terus meningkat di kalangan generasi muda. Beauty, tren ini terlihat dari semakin banyak pasangan yang datang untuk mengetahui kondisi kesuburan mereka sejak dini, bahkan sebelum memutuskan menjalani program kehamilan.

Fenomena tersebut disampaikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas dari Bocah Indonesia, dr. Steven Aristida, Sp.OG, Subsp.FER, FICS, dalam rangkaian perayaan tujuh tahun Bocah Indonesia bertajuk “7 Wonders: The Journey Beyond Limits” di Park Hyatt Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Menurut dr. Steven, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi menjadi perubahan yang cukup signifikan dibanding beberapa tahun lalu. Masyarakat kini lebih terbuka untuk memeriksakan diri dan mencari tahu ada atau tidaknya gangguan fertilitas.

“Kesadaran untuk diagnosis sebenarnya meningkat. Orang makin berani memeriksa diri, mengetahui ada atau tidaknya gangguan fertilitas. Namun sebagian pasangan masih menunda memulai program hamil karena mempertimbangkan kondisi ekonomi,” ujarnya.

Meski kesadaran meningkat, kasus infertilitas masih menjadi tantangan bagi banyak pasangan. Dr. Steven menjelaskan bahwa gangguan kesuburan dapat berasal dari perempuan maupun laki-laki. Pada perempuan, kondisi yang sering ditemukan antara lain polycystic ovarian morphology syndrome (PCOM/PMOS), endometriosis, serta keguguran berulang (recurrent pregnancy loss).

Sementara itu, faktor kesuburan pria juga memiliki kontribusi yang tidak kecil terhadap kasus infertilitas.

“Male factor menempati sekitar 30 persen dari keseluruhan kasus infertilitas. Jadi bukan hanya persoalan perempuan,” kata dr. Steven.

Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat turut mendorong semakin banyak laki-laki yang bersedia menjalani pemeriksaan fertilitas. Jika dahulu persoalan kesuburan kerap dianggap sebagai tanggung jawab perempuan, kini pasangan cenderung menjalani evaluasi secara bersama-sama.

Pemeriksaan kesuburan pria pun semakin komprehensif. Tidak hanya menghitung jumlah sperma, dokter juga mengevaluasi konsentrasi sperma, motilitas atau kemampuan bergerak, morfologi atau bentuk sperma, hingga DNA Fragmentation Index (DFI).

“DFI yang tinggi dapat memengaruhi kesuburan dan meningkatkan risiko keguguran, bahkan ketika kehamilan sudah berhasil terjadi,” jelasnya.

Selain pemeriksaan fertilitas, dr. Steven juga mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda gangguan reproduksi sejak dini. Salah satunya adalah nyeri menstruasi berat atau dysmenorrhea yang sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Banyak pasien endometriosis baru terdiagnosis setelah bertahun-tahun menahan nyeri. Padahal diagnosis dini penting agar fungsi reproduksi tetap terjaga,” katanya.

Mengenai waktu ideal melakukan pemeriksaan, pasangan berusia di bawah 35 tahun disarankan berkonsultasi apabila belum memperoleh kehamilan setelah 12 bulan berhubungan rutin tanpa kontrasepsi. Sementara pasangan berusia di atas 35 tahun dianjurkan melakukan evaluasi setelah enam bulan.

“Cadangan sel telur perempuan menurun seiring usia, terutama setelah 35 tahun. Kualitas sperma juga berubah dengan pertambahan umur,” ujarnya.

Edukasi mengenai kesehatan reproduksi tersebut menjadi bagian dari acara “7 Wonders: The Journey Beyond Limits” yang diikuti lebih dari 500 pasangan pejuang garis dua. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan informasi mengenai promil alami, inseminasi buatan (intrauterine insemination/IUI), hingga bayi tabung (in vitro fertilization/IVF), sekaligus ruang berbagi pengalaman mengenai perjalanan menuju kehamilan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waisak 2026, KSP Dudung Ajak Perkuat Toleransi dan Jaga Persatuan 
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
KCIC Tambah 6 Perjalanan Whoosh saat Puncak Arus Balik Long Weekend
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Pesan Wapres Gibran Saat Hadiri Puncak Perayaan Waisak 2026 di Candi Borobudur
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Prancis Tim Termahal di Piala Dunia 2026, Yordania Peserta Termurah yang Bisa Mengacaukan Prediksi
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Bulan Bung Karno 2026 di Banten, Bonnie Triyana Libatkan UMKM hingga Budayawan
• 10 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.