Terkini, Takalar — PT Nindya Karya (Persero) menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas insiden yang terjadi di area Proyek Sekolah Rakyat Takalar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (27/5/2026), yang menyebabkan dua anak meninggal dunia.
Peristiwa tersebut terjadi di area galian bio septic tank yang berada di dalam kawasan proyek. Insiden terjadi saat tidak terdapat aktivitas konstruksi karena masa libur Hari Raya Idul Adha.
Mengetahui kejadian tersebut, tim proyek PT Nindya Karya (Persero) bersama aparat setempat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, segera melakukan koordinasi dan pendampingan kepada keluarga korban serta membantu proses penanganan di lapangan.
Saat ini, area kejadian telah diamankan dan dipasangi garis polisi guna mendukung proses investigasi yang masih berlangsung oleh pihak berwenang. PT Nindya Karya (Persero) juga terus bersikap kooperatif dan mendukung penuh seluruh proses investigasi untuk mengetahui secara menyeluruh kronologi dan faktor penyebab kejadian.
Sekretaris Perusahaan PT Nindya Karya (Persero) M. Maududy Ary menyampaikan bahwa perusahaan sangat menaruh perhatian serius terhadap aspek keselamatan dan keamanan lingkungan proyek, termasuk evaluasi terhadap sistem pengamanan area kerja.
“Perusahaan menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini. Kami turut prihatin dan saat ini fokus memberikan dukungan serta bekerja sama penuh dengan pihak terkait dalam proses investigasi. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi perhatian serius perusahaan untuk penguatan pengamanan area proyek ke depan,” ujarnya.
Sebagai perusahaan konstruksi nasional, PT Nindya Karya (Persero) berkomitmen untuk terus menjalankan standar keselamatan, keamanan, dan pengawasan lingkungan proyek secara berkelanjutan dalam setiap pelaksanaan pembangunan.
PT Nindya Karya (Persero) juga mengimbau masyarakat di sekitar proyek untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya di area konstruksi yang memiliki potensi risiko keselamatan.




