Tangan Dingin Luis Enrique, Awal Kejayaan Baru PSG

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Ketika Lionel Messi, Neymar, dan Kylian Mbappe masih bermain bersama, Paris Saint-Germain (PSG) gagal mewujudkan ambisi terbesar untuk menjuarai Liga Champions secara berkelanjutan. Ironisnya, setelah para superstar itu pergi satu per satu, PSG malah menjelma menjadi kekuatan paling dominan di Eropa. 
 
Di bawah kepemimpinan Luis Enrique, klub asal Paris tersebut sukses mempertahankan gelar Liga Champions 2025/26 dan membuka era baru yang bertumpu pada kekuatan kolektif, bukan individu.
 
Keberhasilan mengalahkan Arsenal melalui adu penalti pada final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Minggu (31/5), menjadi bukti nyata bahwa revolusi yang dibangun Enrique telah mencapai puncaknya.
  PSG Hentikan Mimpi Arsenal
Final Liga Champions 2025/2026 mempertemukan dua tim yang sama-sama sedang menikmati masa keemasan.

Arsenal datang dengan status juara Liga Inggris dan belum terkalahkan sepanjang perjalanan mereka di Liga Champions musim ini. Namun, rekor impresif tersebut akhirnya berakhir di tangan PSG.
 
The Gunners sempat unggul lebih dulu melalui gol Kai Havertz pada awal pertandingan. Akan tetapi, PSG mampu bangkit setelah Ousmane Dembele mencetak gol penyeimbang dari titik penalti.
 
Skor 1-1 bertahan hingga 120 menit dan memaksa laga ditentukan melalui adu penalti. Pada momen krusial tersebut, PSG tampil lebih tenang dan memastikan kemenangan 4-3 setelah tendangan Gabriel Magalhaes melambung ke atas mistar gawang.
 
Trofi pun kembali menjadi milik klub asal Paris untuk musim kedua secara beruntun.
  Dominasi PSG Terlihat Sepanjang Pertandingan
Meski laga berakhir lewat adu penalti, PSG sebenarnya tampil lebih dominan sepanjang pertandingan.
 
Tim asuhan Luis Enrique mengontrol jalannya laga melalui penguasaan bola yang mencapai 65 persen. Mereka juga menciptakan lebih banyak peluang dibanding Arsenal.
 
Achraf Hakimi dan kolega melepaskan 21 tembakan, sementara Arsenal hanya mampu menghasilkan delapan percobaan.
 
Dominasi PSG tidak hanya terlihat dari statistik penguasaan bola, tetapi juga dari kemampuan mereka mengendalikan area berbahaya. Klub Prancis tersebut berulang kali memasuki sepertiga akhir lapangan dan terus menekan pertahanan Arsenal sepanjang laga.
 
Jika bukan karena penampilan gemilang David Raya dan disiplin lini belakang Arsenal, PSG bisa saja mengakhiri pertandingan tanpa harus melewati adu penalti.
  Racikan Luis Enrique Lumpuhkan Arsenal
Salah satu kunci kemenangan PSG adalah keberhasilan Luis Enrique memenangkan pertarungan taktik melawan Mikel Arteta. Formasi 4-3-3 yang diterapkan Enrique membuat PSG mampu menekan Arsenal sejak fase awal pembangunan serangan.
 
Lini tengah yang diisi Joao Neves, Vitinha, dan Fabian Ruiz tampil dominan dalam menguasai tempo permainan. Di sisi lain, Nuno Mendes dan Achraf Hakimi memberikan ancaman konstan dari sektor sayap.
 
Strategi tersebut membuat pemain-pemain kunci Arsenal seperti Bukayo Saka dan Leandro Trossard kesulitan memberikan pengaruh besar dalam pertandingan.
 
Declan Rice bahkan lebih sering membantu pertahanan ketimbang mendukung serangan karena tekanan yang terus diberikan PSG. Keunggulan kolektif inilah yang menjadi pembeda utama pada partai final.
  Dari Era Galacticos ke Era Kolektif
Kesuksesan PSG saat ini tidak lahir dalam semalam. Saat pertama datang ke Paris pada 2023, Luis Enrique mewarisi tim yang dipenuhi pemain bintang dengan ego dan ekspektasi besar. 
 
Namun, proyek tersebut belum mampu menghadirkan dominasi Eropa yang diinginkan klub. Enrique kemudian mengambil jalan berbeda.
 
Ia membangun PSG sebagai sebuah tim, bukan sekadar kumpulan pemain hebat. Tidak ada lagi ketergantungan pada satu nama besar. Setiap pemain memiliki peran yang jelas dan dituntut bekerja untuk kepentingan tim.
 
Kepergian Kylian Mbappe ke Real Madrid justru menjadi titik balik penting dalam transformasi tersebut. Alih-alih melemah, PSG berkembang menjadi tim yang lebih seimbang, lebih disiplin, dan makin sulit dikalahkan.
  Tiga Musim, Dua Gelar Liga Champions
Perjalanan Luis Enrique bersama PSG menjadi bukti nyata keberhasilan proyek jangka panjang klub. Pada musim pertamanya, ia mempersembahkan gelar Ligue 1 dan Piala Prancis serta membawa PSG mencapai semifinal Liga Champions.
 
Semusim kemudian, PSG meraih treble setelah menjuarai Ligue 1, Piala Prancis, dan Liga Champions dengan kemenangan telak atas Inter Milan di final.
 
Musim 2025/26 menjadi penegasan bahwa kesuksesan tersebut bukan kebetulan. PSG kembali menjuarai Ligue 1 dan mempertahankan gelar Liga Champions setelah menundukkan Arsenal.
 
Dua trofi Liga Champions beruntun menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah klub sekaligus menempatkan PSG di jajaran elite sepak bola Eropa.
  Bintang Terbesar PSG Kini Adalah Tim
Transformasi PSG juga terlihat dari perubahan filosofi klub. Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, menegaskan bahwa klub telah belajar dari kesalahan masa lalu yang terlalu berfokus pada individu.
 
Kini, superstar terbesar PSG bukan lagi satu pemain, melainkan tim itu sendiri. Perubahan cara pandang tersebut membuat PSG berkembang menjadi klub yang lebih sehat dan memiliki fondasi kuat untuk jangka panjang.
 
Era Kejayaan PSG Baru Dimulai
 
Keberhasilan mempertahankan gelar Liga Champions mengirim pesan jelas kepada seluruh Eropa. PSG tidak lagi bergantung pada kekuatan finansial atau nama besar pemain. 
 
Mereka kini memiliki identitas permainan yang kuat, struktur tim yang solid, serta pelatih yang mampu memaksimalkan potensi setiap pemain. Di bawah tangan dingin Luis Enrique, PSG telah berubah dari proyek ambisius menjadi mesin juara yang sesungguhnya.
 
Jika fondasi yang dibangun saat ini terus terjaga, dominasi PSG di Eropa mungkin bukan sekadar cerita dua musim, melainkan awal dari sebuah dinasti baru.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tragis, Mantan Polisi Terpidana Seumur Hidup Ditemukan Tewas di Sel Isolasi
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Transformasi PSG Bersama Luis Enrique: Dari Kumpulan Ego Menjadi Penguasa Eropa Kontemporer
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Tim Basket UPH Putra dan Binus Putri Sabet Gelar di Campus League Basket Jakarta
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Embarkasi Banjarmasin Siap Sambut Kepulangan Jemaah Haji 2026
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Doa Pelunas Utang ini Dianjurkan, Kata UAH Insyaallah Raih Bantuan Allah SWT
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.