REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Keraton Yogyakarta menyampaikan duka cita atas meninggalnya Bagas Amar Hakiki (BAH) yang wafat bersama orang tua dan saudaranya saat sedang berlibur di dalam tenda kamping di kawasan wisata Kecamatan Kledung, Posong, Temanggung, Jawa Tengah. Bagas merupakan fotografer lepas di Keraton Yogyakarta.
Pengageng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi R.W. Kartiutami Guritno, mengatakan Bagas sebelumnya mengikuti program magang di Keraton Yogyakarta pada 2024. "Awalnya, Bagas salah satu peserta program magang di Kawedanan Tandha Yekti di tahun 2024. Kemudian dari magang, kami melihat keahlian fotografinya mumpuni," katanya di Yogyakarta.
Baca Juga
Korban Tewas di Tenda Glamping Temanggung Mahasiswa UGM dan Fotografer Keraton Yogya
Bukan Mistis atau Gas Alam, Api Misterius yang Muncul di Rumah Warga Sleman Diduga karena Ini
Bukan Hipotermia, Dua Alasan Satu Keluarga Tewas di Dalam Tenda Saat Glamping di Temanggung
Bagas yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) itu kemudian dipercaya menjadi bagian dari tim inti dokumentasi Kawedanan Tandha Yekti bersama dua rekannya. "Bagas bersama dua temannya menjadi bagian dari tim dokumentasi Kawedanan Tandha Yekti, yakni sebagai fotografer lepas, tapi masuk dalam tim inti dokumentasi," ujarnya. Kartiutami lalu mengenang Bagas sebagai sosok yang menyenangkan dan dapat diandalkan. Kepergiannya tentu menjadi luka mendalam bagi Keraton Yogyakarta, pasalnya kehilangan salah satu fotografer terbaiknya. .rec-desc {padding: 7px !important;} "Bagas ini pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan dan menyenangkan. Kami sangat kehilangan sekali. Bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi kehilangan kolega, adik, dan sahabat terbaik," ujarnya.