Militer Israel terus menggempur wilayah Lebanon meski gencatan senjata telah berlaku sejak April lalu. Israel mengklaim membunuh 900 anggota Hizbullah.
Dilansir Al Jazeera, Senin (1/6/2026), militer Israel menyampaikan tentara mereka telah menyerang puluhan lokasi Hizbullah sejak Minggu pagi waktu setempat. Mereka menyerang fasilitas penyimpanan senjata hingga infrastruktur Hizbullah.
"Seiring dengan kemajuan operasi (tentara Israel) di daerah Beaufort Ridge, hari ini, (tentara) telah menyerang fasilitas penyimpanan senjata, pusat komando yang dijaga, dan infrastruktur Hizbullah tambahan di daerah Tyre dan daerah tambahan di seluruh Lebanon selatan," kata mereka dalam sebuah unggahan di Telegram.
Adapun gencatan senjata untuk menghentikan pertempuran antara Israel dan Hizbullah yang didukung Teheran secara resmi berlaku pada 17 April, tetapi tidak pernah dipatuhi. Baik Israel maupun Hizbullah saling menuduh melanggar gencatan senjata dan membenarkan serangan mereka dengan dugaan pelanggaran pihak lain.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam sebelumnya menuduh Israel menerapkan 'kebijakan bumi hangus' di selatan negaranya. Terbaru, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa sampai saat ini sebanyak 3.412 orang telah tewas dan 10.269 lainnya terluka sejak dimulainya konflik 2026 antara Hizbullah dan Israel pada 2 Maret.
(fca/fca)





