REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengimbau masyarakat dan takmir masjid yang melakukan penyembelihan hewan kurban di luar Rumah Pemotongan Hewan (RPH) untuk memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak dibuang sembarangan. Limbah darah, jeroan, dan sisa pemotongan hewan diminta ditangani secara khusus demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan selama Idul Adha.
Hasto mengatakan kapasitas RPH Giwangan terbatas, sehingga tidak semua hewan kurban di Kota Yogyakarta bisa dipotong di lokasi tersebut. Dalam empat hari pelaksanaan kurban, RPH hanya mampu menangani sekitar 200 hingga 300 ekor sapi. Sementara itu, jumlah sapi kurban di Kota Yogyakarta tahun ini mencapai sekitar 2.800 ekor, ditambah hampir 8.000 ekor kambing.
Baca Juga
Sapi Bantuan Presiden untuk Warga Bantaran Kali Code Dipotong di RPH Giwangan
MPM PP Muhammadiyah Berikan 650 Paket Kurban untuk Kelompok Marginal di DIY
Bagas dan Keluarga Meninggal di Glamping Temanggung, Keraton Yogya Kehilangan Fotografer Terbaiknya
"Saya menghimbau kepada warga masyarakat, takmir-takmir masjid yang masih memotong di luar RPH agar memperhatikan kebersihan dan olah limbahnya. Jangan menyalurkan limbah dari pemotongan hewan kurban di sembarang tempat. Termasuk darahnya itu juga menjadi bagian dari limbah khusus," kata Hasto saat dijumpai usai mendampingi penyembelihan sapi bantuan Presiden RI di RPH Giwangan, Rabu (27/5/2026). Menurutnya, limbah hasil pemotongan hewan tidak boleh dibuang langsung ke saluran umum atau sungai. Ia menegaskan pengelolaan limbah menjadi salah satu aspek penting yang terus diawasi Pemkot Yogyakarta selama pelaksanaan Idul Adha. .rec-desc {padding: 7px !important;} "Yang paling penting olah limbahnya yang kita kontrol," ujarnya.