New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Amerika Serikat, dijadwalkan menggelar pertemuan pada Senin, 1 Juni 2026, untuk membahas memburuknya situasi di Lebanon dan serangan drone di Rumania.
Dilansir dari kantor berita Yeni Safak, sumber diplomatik mengatakan pertemuan tersebut digelar setelah Prancis meminta perhatian internasional mendesak terhadap operasi militer Israel yang terus berlangsung di Lebanon.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menyebut operasi militer Israel di Lebanon sebagai situasi yang “sangat mengkhawatirkan”.
Menurut sumber diplomatik, Rusia memberikan dukungan kuat terhadap permintaan Prancis tersebut.
Pertemuan DK PBB akan berlangsung di tengah terus berlanjutnya serangan Israel meski gencatan senjata mulai berlaku pada 17 April lalu dan kemudian diperpanjang selama 45 hari melalui pembicaraan tidak langsung yang dimediasi Amerika Serikat.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 3.370 orang dan melukai lebih dari 10 ribu lainnya.
Selain membahas Lebanon, DK PBB juga akan mendiskusikan insiden serangan drone terhadap Rumania atas permintaan pemerintah Bucharest.
Otoritas Rumania menyatakan sebuah drone Rusia menghantam gedung apartemen 10 lantai pada Jumat dini hari, memicu ledakan dan kebakaran yang menyebabkan dua orang terluka.
Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin meminta Rumania melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menyoroti bahwa drone Ukraina sebelumnya juga pernah memasuki wilayah Finlandia, Polandia, dan negara-negara Baltik.
Menurut Putin, sejumlah insiden tersebut sempat memicu tuduhan terhadap Moskow yang kemudian dinilai tidak terbukti.
Baca juga: Israel Rebut Kastel Beaufort yang Disebutnya sebagai Benteng Hizbullah




