Senin, BMKG prakirakan mayoritas kota besar alami berawan-hujan ringan

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang, hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sebagian besar kota besar di Indonesia pada Senin.

Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, prakirawan W Annisa L menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang di Laut Natuna Utara hingga Laut Cina Selatan, Samudra Pasifik utara Papua Nugini, Sumatera Utara, Jambi hingga Selat Malaka, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dari Papua Barat hingga Papua Barat Daya.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.

Oleh karena itu, pihaknya memprakirakan beberapa kota besar akan berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, yakni di wilayah Serang, Bandung, Banjarmasin, Ternate, Ambon dan Nabire.

Beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu wilayah Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, Mamuju, Palu, Gorontalo, Manado, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.

Baca juga: BMKG: Pelayaran nasional waspadai potensi gelombang tinggi pada 2 Juni

Kota besar yang diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, yakni wilayah Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, dan Kendari.

Pada Sabtu (30/5), BMKG mengingatkan kewaspadaan bagi para pengguna jasa kelautan bahwa potensi gelombang tinggi hingga mencapai empat meter di beberapa wilayah perairan berisiko terhadap keselamatan pelayaran nasional.

Direktur Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo meminta seluruh operator transportasi laut, nakhoda, maupun nelayan tradisional untuk memperhatikan ambang batas aman operasional kapal selama periode 30 Mei hingga 2 Juni 2026.

"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi.



Baca juga: BMKG prakirakan seluruh Jakarta hujan pada Senin siang

Baca juga: Monsun Australia bikin suhu udara terasa lebih dingin di NTB


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AUKUS Diubah, Australia Hanya Akan Terima Tiga Kapal Selam Nuklir Bekas AS
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sebelum Jalan Lenteng Agung Ambles, Warga Merasa Jalanan Turun dan Bergelombang
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Karakter dan Mental Tangguh Penentu Keberlanjutan Karier di Dunia Kerja Internasional
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Saksikan Pertandingan Perdana Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2026! Live di SCTV, Indosiar, dan Vidio
• 20 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.