PKP: Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Menghidupkan Ideologi Bangsa Indonesia

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID — Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) mengajak masyarakat menghidupkan nilai-nilai luhur Pancasila di momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni. 

Untuk itu, PKP mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat kembali tantangan Pancasila dalam konteks Indonesia masa kini.

BACA JUGA:Makna Hari Lahir Pancasila, Guru Besar UIN Soroti Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia

Hari Lahir Pancasila 1 Juni merupakan cara merefleksi diri agat ideologi bangsa ini tetap abadi di tengah tantangan global. 

Bagi PKP, ancaman terhadap Pancasila saat ini tidak lagi terutama berupa pertarungan ideologi secara langsung sebagaimana pernah terjadi dalam sejarah bangsa, melainkan melalui perubahan sosial dan budaya yang secara perlahan menggeser cara hidup masyarakat Indonesia dari nilai-nilai yang menjadi ruh Pancasila.

Ketua Umum PKP, H. Isfan Fajar Satryo, menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak pernah kekurangan Pancasila dalam pidato, dokumen negara, maupun berbagai kegiatan seremonial. Namun, yang menjadi persoalan adalah sejauh mana nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam perilaku masyarakat, penyelenggaraan negara, dan kehidupan sosial sehari-hari.

“Bagi PKP, tantangan bangsa hari ini bukan lagi menemukan Pancasila, melainkan menghidupkan Pancasila dalam manusia Indonesia. Pancasila bukan hanya dasar negara. Pancasila adalah fondasi pembangunan manusia Indonesia dan cara hidup bangsa Indonesia,” ujar Isfan, Senin, 1 Juni 2026.

BACA JUGA:BPIP Gelar Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Gedung Pancasila, Prabowo Jadi Inspektur Upacara

Menurut PKP, tantangan terbesar yang dihadapi bangsa saat ini adalah perubahan sosial budaya yang berlangsung secara perlahan tetapi mendasar. Di ruang publik, sopan santun semakin tergerus.

Perbedaan pendapat semakin sering berubah menjadi permusuhan. Musyawarah digantikan oleh saling mencela. Kehidupan digital mendorong polarisasi dan kemarahan sebagai komoditas. Pada saat yang sama, berbagai pengaruh global masuk tanpa proses penyaringan yang memadai terhadap nilai-nilai yang selama ini membentuk karakter bangsa Indonesia.

"PKP memandang bahwa modernitas tidak boleh dimaknai sebagai meninggalkan jati diri bangsa. Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterbukaan terhadap dunia harus tetap berpijak pada karakter Indonesia yang menjunjung gotong royong, tenggang rasa, penghormatan kepada sesama, dan keseimbangan antara hak dan tanggung jawab."

BACA JUGA:BPIP Turut Undang Eks Presiden-Wapres di Upacara Harlah Pancasila, Masyarakat Diminta Menyemarakkan

Selain itu, PKP juga melihat perlunya menjaga hubungan yang harmonis antara agama, kebudayaan, dan kebangsaan. Indonesia dibangun di atas keberagaman agama, budaya, suku, dan tradisi yang hidup berdampingan selama berabad-abad.

Karena itu, kehidupan beragama harus menjadi sumber akhlak, persaudaraan, dan kemanusiaan, bukan menjadi alasan untuk menghilangkan penghormatan terhadap keberagaman budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia.

“Pancasila tidak lahir di ruang kosong. Pancasila lahir dari pengalaman hidup bangsa Indonesia sendiri. Karena itu, menjaga Pancasila berarti menjaga karakter bangsa Indonesia, menjaga budaya gotong royong, menjaga persatuan, menjaga penghormatan kepada sesama, dan menjaga keseimbangan antara agama, budaya, dan kebangsaan,” lanjut Isfan.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamendagri ajak generasi muda songsong Indonesia Emas 2045
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Seusai Idul Adha, Santan Kerap Dituding Jadi Penyebab Kolesterol Naik, Padahal Punya Banyak Manfaat
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Qatar, Jerman hingga Inggris Kutuk Israel Perluas Serangan di Lebanon
• 7 jam laludetik.com
thumb
KPK Siap Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Haji
• 19 menit lalujpnn.com
thumb
Cerita Anis Badalkan Haji Firdaus Jemaah yang Wafat di Makkah: Saya Merinding
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.