Ratusan Kader Muda NU Batang Gelar Mubes Jelang Muktamar 2026, Siap Hadirkan Ruang Dialog dan Aspirasi Warga

disway.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Ratusan kader muda Nahdlatul Ulama (NU), pengurus lintas badan otonom (banom), lembaga, serta komunitas pemuda Kabupaten Batang berkumpul dalam Musyawarah Besar (Mubes) Nahdliyin Muda Batang 2026.

Acara ini mengusung tema “Muktamar Kanggo Umat, Dudu Rebutan Jabatan” yang digelar di Aula Rumah Sakit NU Batang pada Minggu, 31 Mei 2026.

Dalam forum ini menjadi ruang refleksi, konsolidasi gagasan dan penyampaian aspirasi warga NU menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama mendatang.

Ketua Panitia Mubes Nahdliyin Muda Batang, Candra Yudha Satria, mengatakan forum tersebut lahir dari kegelisahan kalangan muda NU terhadap berbagai dinamika yang berkembang.

“Mubes ini berangkat dari kegelisahan anak-anak muda NU menyaksikan berbagai konflik internal yang terjadi di PBNU. Kami perlu menghadirkan ruang dialog yang sehat agar warga NU, khususnya generasi muda, dapat menyampaikan aspirasi dan pandangannya secara terbuka demi kemaslahatan organisasi,” ujarnya.

BACA JUGA:Keresahan Warga NU Menguat, Mubes DIY Desak PBNU Kembali ke Khittah

Dalam forum tersebut, sejumlah narasumber dan para peserta kompak mengkritisi perjalanan NU di bawah kepemimpinan Rais Aam dan Ketua Umum sekarang yang dinilainya telah melenceng dari _maqshudul a'dhom_ para pendiri.

PBNU sekarang sudah lupa dengan perannya sebagai civil society, lebih menempel pada kekuasaan dan kurang peduli terhadap masalah keumatan. 

Pengasuh PP Merah Putih, Gus Nauval Fuad Hasyim, menegaskan bahwa sesungguhnya NU memiliki fondasi kuat sebagai civil society yang mampu menciptakan kemandirian yang kokoh. “Kemandirian bagi NU menjadi sesuatu yang mutlak, baik kemandirian ekonomi, kemandirian politik, maupun kemandirian dalam aspek lainnya,” tegasnya.

Salah seorang peserta dengan nada tinggi mengatakan, "Yang dipikirkan para pengurus PB sekarang lebih mengejar jabatan seperti komisaris dan sebagainya".  

Senada dengan itu, Pengasuh PP Misykat al-Anwar, Gus Roy Murtadho, menyebut bahwa kata kunci dari seluruh diskusi dalam Mubes adalah kemandirian dan penguatan civil society.

BACA JUGA:Sekjen PBNU Gus Ipul Usulkan Ploso Jadi Lokasi Munas dan Konbes NU, Pembukaan di Bangkalan

Ia menilai, siapapun yang terpilih menjadi Ketua Umum PBNU pada masa mendatang harus mampu menjaga dan memperkuat posisi NU sebagai organisasi keagamaan yang memiliki dimensi sosial, politik, ekonomi, hingga ekologi.

“NU memang jam'iyah diniyah, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang luas. Karena itu, kepemimpinan NU ke depan harus mampu menjalankan fungsi civil society secara maksimal,” ujarnya.

Gus Roy juga mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali relasi ulama wa umat sebagaimana dicontohkan pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, yang menempatkan diri sebagai pelayan umat.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gustavo Petro Tolak Hasil Hitung Cepat Pilpres Kolombia yang Menangkan Oposisi
• 36 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo Presiden Tegaskan Komitmennya Wujudkan Ekonomi Pancasila
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Strategi DPLK Avrist Jaga Return Investasi di Tengah Gejolak Global
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
BGN Ingin Beri MBG untuk Anak Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Persika 1951 berbagai poin dengan Persindra di Liga 4 Piala Presiden
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.