Harga Minyak Global Memanas, Pasar Cemas Konflik Israel-Lebanon Meluas

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak dunia terpantau menguat pada perdagangan Senin (1/6/2026) setelah Israel memperluas operasi militer di Lebanon yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.

Berdasarkan data CNBC International, harga minyak jenis Brent yang menjadi acuan pasar global naik 2,45% menjadi US$93,35 per barel. Sementara itu, harga minyak berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,8% ke level US$89,78 per barel.

Peningkatan eskalasi konflik terjadi setelah perundingan yang dimediasi Amerika Serikat antara Israel dan Lebanon di Washington pada Jumat (29/5/2026).

Kondisi tersebut meredupkan harapan pasar bahwa Washington dan Teheran semakin dekat untuk memperpanjang kesepakatan gencatan senjata yang selama ini membantu meredakan ketegangan di kawasan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (31/5/2026) mengatakan telah memerintahkan militer Israel memperluas operasi di Lebanon.

“Bersama Menteri Pertahanan Yisrael Katz, saya menginstruksikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk memperluas manuver di Lebanon,” ujar Netanyahu.

Baca Juga

  • IEA Proyeksikan Investasi Minyak Global Turun Meski Harga Melambung
  • Prabowo Resmi Izinkan BLU Impor Minyak, BBM, dan LPG
  • Harga Minyak Dunia Anjlok 20% dari Level Puncaknya di 2026

Perintah tersebut dikeluarkan meskipun gencatan senjata telah diumumkan pada April lalu.

Di sisi lain, Goldman Sachs menyatakan risiko terhadap proyeksi harga minyak Brent dan WTI pada kuartal IV/2026 masing-masing sebesar US$90 dan US$83 per barel masih bersifat dua arah.

Goldman memperingatkan bahwa gangguan pasokan minyak yang berkepanjangan di Timur Tengah berpotensi mendorong harga lebih tinggi. Namun, pelemahan permintaan global juga dapat menimbulkan risiko penurunan harga yang signifikan.

Menurut Goldman, data penjualan ritel bahan bakar minyak yang lemah pada April di China dan Eropa Barat mengindikasikan potensi penurunan permintaan sekitar 2 juta barel per hari dibandingkan dengan proyeksi permintaan yang sebelumnya telah direvisi lebih rendah. 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa prospek konsumsi minyak global masih menghadapi tekanan meskipun risiko geopolitik terus meningkat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Megawati Berduka Ryamizard Meninggal, Kenang Penanganan Bencana Aceh
• 19 jam laludetik.com
thumb
Marak Korban Pinjol hingga Bunuh Diri, PPKHI Jatim Buka Pendampingan Hukum Gratis
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Momen Hangat Prabowo-Megawati, Tertawa hingga Bergandeng Tangan di Hari Lahir Pancasila
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Menkeu Purbaya Sebut DSI Bisa Investor Pasar Modal, Danantara Jamin Transparansi
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026: Dexlite dan Pertamina Dex Turun, Pertamax Turbo Naik
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.