HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Piala Dunia 2026 bukan hanya soal trofi dan gengsi. Ada jurang nilai skuad yang sangat lebar di antara para peserta. Di satu sisi berdiri Prancis hadir di panggung besar sebagai tim termahal. Di sisi lain, Yordania datang sebagai peserta termurah yang berpotensi mengacaukan prediksi.
Kurang dari dua pekan menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, perhatian publik tidak hanya tertuju pada persaingan di lapangan. Nilai pasar para peserta juga menjadi bahan perbincangan menarik karena menggambarkan kekuatan dan kualitas pemain yang dibawa masing-masing negara.
Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 itu akan mempertemukan tim-tim dengan komposisi skuad yang sangat berbeda. Ada negara yang dipenuhi pemain bernilai fantastis, tetapi ada pula tim yang datang dengan harga pasar relatif rendah.
Di puncak daftar berdiri Timnas Prancis. Les Bleus kembali menunjukkan statusnya sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia, bukan hanya dari prestasi, tetapi juga dari nilai ekonomi skuad yang mereka miliki.
Pelatih Didier Deschamps membawa 26 pemain terbaiknya untuk menghadapi turnamen terbesar sepak bola dunia. Nama-nama seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, Rayan Cherki, Jules Kounde, hingga Mike Maignan menjadi tulang punggung skuad yang dipenuhi pemain elite Eropa.
Data Transfermarkt menunjukkan total nilai pasar skuad Prancis mencapai 1,48 miliar euro atau sekitar Rp30 triliun. Angka tersebut menjadikan mereka sebagai tim dengan nilai pasar tertinggi di Piala Dunia 2026.
Nilai fantastis itu tidak lepas dari keberadaan sejumlah pemain kelas dunia yang sedang berada di puncak performa. Kylian Mbappe masih menjadi aset paling berharga dalam skuad Prancis dengan nilai pasar mencapai 200 juta euro atau sekitar Rp4,14 triliun.
Di belakang Mbappe, nama Michael Olise menjadi sorotan. Winger Bayern Munchen tersebut mengalami lonjakan nilai pasar yang signifikan hingga mencapai 150 juta euro atau setara Rp3,1 triliun.
Sementara itu, bintang Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele, menempati jajaran pemain paling bernilai dengan estimasi harga pasar sebesar 100 juta euro atau sekitar Rp2 triliun.
Persaingan dalam daftar skuad termahal juga berlangsung ketat. Inggris menempati posisi kedua dengan total nilai pasar mencapai 1,31 miliar euro atau sekitar Rp27 triliun.
Tim asuhan Thomas Tuchel dihuni banyak pemain top yang menjadi andalan klub-klub elite Eropa. Namun secara keseluruhan, nilai skuad mereka masih berada di bawah Prancis.
Jude Bellingham menjadi pemain paling mahal dalam skuad The Three Lions dengan taksiran harga mencapai 140 juta euro atau sekitar Rp2,9 triliun.
Sementara itu, juara Euro 2024, Spanyol, melengkapi tiga besar negara dengan skuad paling bernilai di Piala Dunia 2026. La Furia Roja memiliki total nilai pasar sekitar 1,27 miliar euro atau setara Rp26 triliun.
Kekuatan Spanyol bertumpu pada kombinasi pemain muda dan senior seperti Lamine Yamal, Nico Williams, Rodri, Pedri, hingga Dani Olmo.
Dari seluruh nama tersebut, Yamal menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi. Wonderkid Barcelona itu kini ditaksir bernilai 200 juta euro atau sekitar Rp4,14 triliun.
Yordania Tak Bisa DiremehkanJika Prancis berada di puncak daftar, maka posisi terbawah ditempati oleh Timnas Yordania. Negara asal Timur Tengah tersebut datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai tim yang memiliki nilai pasar paling rendah dibanding seluruh peserta lainnya.
Menurut data Transfermarkt, total nilai skuad Al Nashama hanya mencapai 18,35 juta euro atau sekitar Rp381 miliar. Jumlah tersebut bahkan masih berada di bawah nilai pasar Timnas Indonesia yang tercatat sekitar 34,95 juta euro atau setara Rp726 miliar.
Meski memiliki nilai pasar paling rendah, Yordania tetap memiliki beberapa pemain yang layak mendapat perhatian. Nama paling menonjol adalah Mousa Tamari, winger berusia 28 tahun yang saat ini bermain di kompetisi Prancis bersama Stade Rennais.
Tamari memiliki nilai pasar sekitar 8 juta euro atau setara Rp166 miliar. Angka itu hampir mencapai setengah dari total nilai skuad Yordania secara keseluruhan.
Selain Tamari, terdapat bek Yazan Al-Arab dengan nilai pasar sekitar 1 juta euro atau Rp20 miliar. Kemudian ada Ali Olwan yang ditaksir bernilai 800 ribu euro atau sekitar Rp16 miliar.
Meski datang sebagai tim termurah, Yordania bukan peserta yang bisa dipandang sebelah mata. Status debutan di Piala Dunia justru bisa menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk tampil tanpa beban.
Sejarah sepak bola berkali-kali membuktikan bahwa nilai pasar tidak selalu menentukan hasil pertandingan. Tim dengan sumber daya terbatas sering kali mampu menciptakan kejutan saat berada di lapangan.
Yordania sendiri pernah membungkam banyak prediksi ketika berhasil melaju hingga final Piala Asia 2023. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa mereka memiliki mental bertanding yang kuat meski tidak diperkuat pemain-pemain bernilai fantastis.
Di Piala Dunia 2026, tantangan berat sudah menanti. Yordania tergabung di Grup J bersama Argentina, Aljazair, dan Austria.
Secara kualitas, grup tersebut jelas tidak mudah. Namun pengalaman menunjukkan bahwa tim yang datang tanpa tekanan sering kali mampu menjadi pengganggu bagi para unggulan.
Ketika Prancis membawa skuad bernilai Rp30 triliun untuk mengejar gelar juara, Yordania datang dengan mimpi besar dan semangat membuktikan diri. Dan dalam sejarah Piala Dunia, kejutan sering lahir dari tim yang tidak banyak diperhitungkan. (*)





