Yadnya Kasada 1948 Saka Digelar di Bromo, Masyarakat Tengger Panjatkan Doa untuk Kehidupan yang Lebih Harmonis

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Probolinggo, tvOnenews.com - Ribuan warga Suku Tengger dari wilayah Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang memadati kawasan Gunung Bromo untuk mengikuti Upacara Yadnya Kasada 1948 Saka, Senin (1/6/2026). Dalam perayaan sakral tersebut, warga berharap kehidupan yang lebih sejahtera dengan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Rangkaian Yadnya Kasada diawali dengan arak-arakan ongkek atau sesaji yang berisi berbagai hasil bumi milik warga menuju Pura Luhur Poten. Tepat pukul 03.00 WIB, upacara dimulai dengan pembacaan sejarah Yadnya Kasada yang kemudian dilanjutkan dengan sejumlah prosesi ritual keagamaan.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto, menjelaskan bahwa pada pelaksanaan Kasada tahun ini juga dilakukan pengukuhan tiga dukun pandita baru.

Ketiga dukun pandita tersebut berasal dari Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, dan Desa Pandansari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, serta Desa Sedaeng, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

“Dalam upacara yang dipusatkan di Pura Luhur Poten ini, rangkaian prosesi meliputi mekakat, dilanjutkan pembacaan sejarah Kasada hingga pelaksanaan ritual inti,” kata Bambang.

Usai seluruh prosesi keagamaan selesai dilaksanakan, masyarakat Tengger melanjutkan tradisi pelarungan ongkek atau sesaji hasil bumi ke kawah Gunung Bromo.

Ritual tersebut menjadi simbol ungkapan syukur atas berkah dan rezeki yang diterima masyarakat selama setahun terakhir, sekaligus penghormatan kepada leluhur yang telah mewariskan tradisi tersebut.

Pelarungan sesaji juga dimaknai sebagai doa bersama untuk memohon keselamatan, kedamaian, kesejahteraan, serta kelestarian alam bagi masyarakat Tengger dan lingkungan sekitarnya.

“Harapan pada Kasada tahun ini lebih mengarah pada terwujudnya keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan lingkungan, sehingga ke depan kehidupan dapat berlangsung damai dan sejahtera,” imbuhnya.

Sementara itu, Romo Dukun Pandita dari Kabupaten Pasuruan, Agung Hudoyo, berharap perayaan Yadnya Kasada dapat menjadi pengingat bagi masyarakat Tengger untuk terus menjaga nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang diwariskan para leluhur.

“Saya berharap Yadnya Kasada tahun ini membawa kebaikan bagi masyarakat Tengger, sehingga mereka tetap menjaga budi luhur serta meneruskan warisan adat dan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya. (wso/gol)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Megawati-Prabowo 'Mesra' di Hari Lahir Pancasila, Ini Kata PDIP
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Deretan Fenomena Langit di Juni 2026, Ada Strawberry Moon
• 23 jam laludetik.com
thumb
Media Vietnam Senang Bukan Main, Nova Arianto Tak Jadikan Piala AFF U-19 2026 Target Utama Timnas Indonesia
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Drama Banned FIFA: Daisuke Sato Sebut Persib Minta Putusan Tak Dipublish dengan Cantumkan Nama Pemain dan Klub, Alasan Kekhawatiran Reputasi
• 22 jam lalubola.com
thumb
Pilkades Serentak 2026 di Bekasi Terapkan TPS Digital, Data Pemilih Jadi Fokus Utama
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.