Perkuat Ekonomi Domestik, Purbaya Sebut Dampak Pelemahan Rupiah Belum Pengaruhi Perekonomian

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan, akan memperkuat pertumbuhan perekonomian domestik untuk meningkatkan nilai tukar rupiah. Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan, peningkatan pertumbuhan ekonomi domestik harus didorong dalam jangka panjang dan pendek.

“Saat ini saya fokus memastikan bahwa perekonomian domestik terus tumbuh kuat, baik dalam jangka menengah maupun jangka panjang. Pada akhirnya, hal itu akan memperkuat nilai tukar rupiah hampir secara otomatis,” kata Purbaya di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Menkeu meyakini, investor akan lebih tertarik dengan negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Sehingga pemerintah akan fokus meningkatkan perekonomian.

“Di kawasan ini, pertumbuhan ekonomi kita jauh lebih cepat dibanding banyak negara lain. Bahkan di kelompok G20, kita berada di peringkat kedua setelah India. Jadi, prospek ekonomi kita kuat dan pelemahan rupiah belum menimbulkan dampak yang melemahkan aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Di sisi lain, Purbaya juga memastikan perlemahan rupiah tidak mengganggu kondisi ekonomi dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Purbaya juga menyoroti dari sisi teoritik, kalau ekonomi suatu bangsa kuat, mata uang juga akan menguat pada akhirnya.

“Dari sisi anggaran, kami telah menghitung dampak depresiasi rupiah hingga mendekati level saat ini. Jadi, anggaran kami masih dalam kondisi baik meskipun rupiah melemah ke tingkat sekarang,” ujarnya.

Pada pembukaan perdagangan Senin (1/6/2026), nilai tukar rupiah dibuka di level Rp17.853 per dolar AS. Kurs rupiah tercatat menguat 0.16 persen dibanding penutupan Jumat (29/5/2026) yang ada di level Rp17.881 per dolar AS.

Purbaya juga optimistis tekanan terhadap nilai tukar rupiah akan mereda dalam dua hingga tiga bulan ke depan, seiring membaiknya kondisi ekonomi global dan stabilitas pasar keuangan internasional.

Ia menyebut, sejumlah perkembangan geopolitik global mulai menunjukkan arah positif, termasuk potensi meredanya ketegangan antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel yang dinilai dapat memperbaiki sentimen pasar dunia.

“Jika Anda melihat portal pemberitaan internasional, pemberitaan menyebutkan bahwa Amerika Serikat, Iran, dan Israel sangat dekat untuk mencapai suatu kesepakatan, bukan? Artinya, prospek perdamaian dan kondisi global yang lebih baik mulai terlihat. Saya percaya dalam dua atau tiga bulan ke depan situasinya akan jauh lebih baik dibanding sekarang,” katanya.

Purbaya yakin ke depan kondisi ekonomi Indonesia akan menguat, seiring penguatan kurs rupiah.

“Artinya, gangguan-gangguan yang sampai batas tertentu menyebabkan pelemahan rupiah juga akan menghilang. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi akan semakin kuat dan rupiah juga akan menguat,” ujarnya.(lea/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Piala Dunia 2026: Deniz Undav, Penerus Keturunan Turki di Timnas Jerman yang Hebohkan Bundesliga hingga FIFA Matchday
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Evaluasi Menyeluruh Layanan Haji 2026 di Arafah, Muzdalifah dan Mina
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ketum WALUBI Nyalakan Pelita Perdamaian di Candi Mendut Magelang
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ditinggal Ayah, Anak SD Penjual Rempeyek Ini Bikin Dedi Mulyadi Salut, Dapat Bonus Rp5 Juta
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Macron Girang RI Buka Akses Pasar Susu dan Daging Sapi, Ini 10 Impor Terbesar dari Prancis
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.