Bisnis.com, JAKARTA – Momen menarik mewarnai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Sebelum upacara dimulai, Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri, terlihat menolak secara halus ajakan Prabowo untuk berjalan berdampingan menuju lapangan upacara.
Peristiwa tersebut terjadi setelah Prabowo menerima laporan dari Perwira Upacara Brigadir Jenderal TNI Fitriana Nur Heru Wibawa di dalam Gedung Pancasila. Saat itu, Prabowo didampingi Megawati dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Usai menerima laporan, Prabowo sempat memberi isyarat kepada Megawati untuk berjalan sejajar bersamanya menuju lokasi upacara.
Namun, Megawati yang mengenakan kebaya merah memilih mempersilakan kepala negara berjalan lebih dahulu. Gestur tersebut disambut Prabowo yang kemudian melanjutkan langkah menuju lapangan upacara sebagai Inspektur Upacara.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila dimulai sejak pukul 09.40 WIB dengan ditandai tiupan terompet pertama. Lima menit kemudian, pasukan upacara memasuki lapangan, disusul kedatangan Presiden Prabowo bersama Megawati dan Wakil Presiden Gibran.
Sejak pagi, para pejabat negara telah berdatangan ke kawasan Gedung Pancasila. Tamu undangan mulai hadir sekitar pukul 08.32 WIB untuk mengikuti rangkaian acara yang tahun ini mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia.
Setelah memasuki lapangan upacara, Presiden Prabowo menuju mimbar utama untuk memimpin jalannya upacara. Sementara itu, posisi Komandan Upacara dipercayakan kepada Kolonel Didin Nasruddin Darsono.
Rangkaian acara berlangsung khidmat diawali dengan Salam Kebangsaan, Penghormatan Kebesaran, serta Mengheningkan Cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mendapat tugas membacakan teks Pancasila yang diikuti seluruh peserta upacara. Selanjutnya, Ketua DPD RI Sultan B. Najamuddin membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Sejumlah tokoh nasional turut menghadiri upacara tersebut, di antaranya Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla.
Hadir pula pimpinan lembaga tinggi negara, jajaran Kabinet Merah Putih, pejabat setingkat menteri, pimpinan TNI-Polri, dan berbagai unsur masyarakat.





