Bisnis.com, JAKARTA — Harga rata-rata sejumlah komoditas pangan strategis di pasar tradisional kembali merangkak naik pada Senin (1/6/2026), terutama pada kelompok cabai, bawang, daging ayam, telur ayam, hingga minyak goreng.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, lonjakan harga tertinggi terjadi pada cabai merah keriting yang naik 10,88% atau Rp7.150 menjadi Rp72.850 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit merah sebesar 9,05% atau Rp7.100 menjadi Rp85.550 per kilogram.
Begitu pula dengan cabai merah besar yang mengalami kenaikan 3,03% menjadi Rp69.600 per kilogram. Di sisi lain, cabai rawit hijau turun 23,42% menjadi Rp43.650 per kilogram.
Selain itu, harga rata-rata bawang merah ukuran sedang turut melonjak 9,26% atau Rp4.650 menjadi Rp54.850 per kilogram. Sementara itu, bawang putih ukuran sedang naik lebih moderat sebesar 1,29% atau Rp500 menjadi Rp39.200 per kilogram.
Pada kelompok beras, pergerakan harga cenderung beragam. Secara rata-rata, harga beras kualitas bawah I naik 3,78% atau Rp550 menjadi Rp15.100 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II turun 1,38% atau Rp200 menjadi Rp14.250 per kilogram.
Kemudian, untuk beras kualitas medium I terpantau turun 0,93% atau Rp150 menjadi Rp16.000 per kilogram dan beras kualitas medium II juga turun 5% atau Rp800 menjadi Rp15.200 per kilogram.
Sementara itu, beras kualitas super I meningkat 3,16% atau Rp550 menjadi Rp17.950 per kilogram, sedangkan beras kualitas super II turun tipis 0,3% atau Rp50 menjadi Rp16.850 per kilogram.
Dari kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar mencatat kenaikan cukup signifikan sebesar 11,7% atau Rp4.550 menjadi Rp43.450 per kilogram. Sama halnya dengan telur ayam ras segar yang naik 5,75% menjadi Rp32.300 per kilogram.
Lebih lanjut, harga rata-rata daging sapi kualitas I turun 7,95% atau Rp11.850 menjadi Rp137.300 per kilogram dan daging sapi kualitas II juga turun 8% atau Rp11.200 menjadi Rp128.850 per kilogram.
Untuk pangan lainnya, harga rata-rata gula pasir premium naik 9,63% atau Rp1.950 menjadi Rp22.200 per kilogram, sementara gula pasir lokal meningkat 5,24% atau Rp1.000 menjadi Rp20.100 per kilogram.
Adapun pada kelompok minyak goreng, harga minyak goreng curah terpantau naik 6,31% atau Rp1.300 menjadi Rp21.900 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek I meningkat 7,31% atau Rp1.750 menjadi Rp25.700 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II tercatat stabil di level Rp23.150 per kilogram.





