33 Warga Gaza Tewas Selama Idul Adha

celebesmedia.id
9 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Jumlah korban tewas warga Palestina selama perayaan Idul Adha di Jalur Gaza terus bertambah. 

Otoritas kesehatan Gaza melaporkan satu orang meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka-luka akibat tembakan tentara Israel dalam 24 jam terakhir.

Dengan tambahan korban tersebut, total warga Palestina yang tewas sejak dimulainya perayaan Idul Adha mencapai 33 orang. Informasi itu disampaikan otoritas kesehatan Gaza pada Minggu (31/5/2026), sebagaimana dikutip dari kantor berita Anadolu.

Selain korban jiwa, lebih dari 130 warga Palestina dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan Israel yang terjadi sejak Rabu (27/5/2026), bertepatan dengan hari pertama perayaan Idul Adha yang berlangsung selama empat hari.

Serangan tersebut terjadi meskipun gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah diberlakukan di Jalur Gaza sejak 10 Oktober 2025.

Sebelumnya, sumber medis yang berbicara kepada Anadolu menyebut seorang pria Palestina meninggal dunia pada Minggu dini hari akibat luka berat yang dideritanya setelah serangan Israel di Kota Gaza sehari sebelumnya, Sabtu (30/5/2026).

Di sisi lain, kondisi layanan kesehatan di Gaza juga semakin memprihatinkan. Direktur Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs di Deir al-Balah, Gaza tengah, mengungkapkan bahwa ruang operasi rumah sakit terpaksa menghentikan layanan akibat kerusakan generator listrik.

Kerusakan tersebut disebut berkaitan dengan dampak blokade Israel yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dan menghambat pemeliharaan serta pasokan kebutuhan penting rumah sakit.

"Ruang operasi rumah sakit terpaksa dihentikan akibat kerusakan generator listrik," kata Direktur Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs, Riad Hussein.

Ia juga memperingatkan bahwa rumah sakit berpotensi mengalami penutupan total dalam waktu dekat apabila kondisi saat ini tidak segera diatasi. Menurutnya, sejumlah layanan vital seperti unit perawatan intensif, layanan cuci darah, dan perawatan neonatal juga terancam berhenti beroperasi.

Sementara itu, Kantor Media Gaza melaporkan bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan, serangan Israel telah menyebabkan lebih dari 925 warga Palestina meninggal dunia dan lebih dari 2.810 lainnya mengalami luka-luka.

Gencatan senjata tersebut sebelumnya menghentikan konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023. Berdasarkan data Palestina, perang di Gaza telah menewaskan hampir 73.000 warga Palestina serta menyebabkan lebih dari 172.000 orang terluka. Mayoritas korban disebut merupakan perempuan dan anak-anak.

Sumber: Antara/Anadulo


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kondisi Makin Sulit, 10 Jurusan Kuliah Ini Paling Mudah Dapat Kerja
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Fenomena Bulan Purnama Biru Terlihat di Sejumlah Daerah di Indonesia
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Wamenag Yakin Kualitas Pelayanan Ibadah Haji Akan Terus Membaik
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Wacana Bandara Husein Kembali Dibuka, Kertajati Kembali Diuji
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Ledakan di Biak Numfor Papua: Diduga dari Bom Sisa Perang Dunia, 5 Tewas
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.