Washington (ANTARA) - Badan antariksa AS NASA berencana memanfaatkan drone dan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membangun pangkalan permanen di Bulan dan mendukung eksplorasi di satelit alami Bumi itu.
Eksekutif Program Pangkalan Bulan NASA Carlos Garcia-Galan mengatakan AI dapat digunakan untuk mengoperasikan drone, seperti menjelajahi dan memetakan area guna menentukan lokasi pendaratan yang aman.
"Saya pikir AI akan sangat membantu kami dalam hal itu," kata dia dalam wawancara dengan RIA Novosti yang dipublikasikan pada Senin (1/6).
Menurut Garcia-Galan, NASA masih berada pada tahap sangat awal dalam proyek pangkalan Bulan sehingga pengembangan berbagai sistem masih dilakukan melalui proses uji coba dan perbaikan.
"Kami masih berada di awal proses. Saat ini, kami sedang membangun sistem, menentukan jenis instrumen yang akan digunakan, dan drone yang dipakai saat ini hanyalah tahap awal," katanya.
Baca juga: Rosatom pertimbangkan bangun pembangkit nuklir di Bulan
Pada Maret, NASA mengumumkan rencana pembangunan bertahap pangkalan permanen di Bulan.
Tahap pertama mencakup pengiriman kendaraan transportasi ke Bulan serta pembangunan infrastruktur dasar untuk pasokan listrik, penelitian ilmiah, dan komunikasi.
Tahap kedua akan berfokus pada pengembangan infrastruktur layak huni dan sistem logistik yang menyerupai kondisi di Bumi melalui kerja sama dengan berbagai badan antariksa internasional.
Tahap terakhir ditujukan agar kehadiran manusia di permukaan Bulan dimungkinkan dalam jangka panjang.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: NASA umumkan rencana Moon Base untuk dukung kehadiran manusia di Bulan
Baca juga: NASA berencana lakukan tiga misi ke Bulan sebelum akhir 2026
Eksekutif Program Pangkalan Bulan NASA Carlos Garcia-Galan mengatakan AI dapat digunakan untuk mengoperasikan drone, seperti menjelajahi dan memetakan area guna menentukan lokasi pendaratan yang aman.
"Saya pikir AI akan sangat membantu kami dalam hal itu," kata dia dalam wawancara dengan RIA Novosti yang dipublikasikan pada Senin (1/6).
Menurut Garcia-Galan, NASA masih berada pada tahap sangat awal dalam proyek pangkalan Bulan sehingga pengembangan berbagai sistem masih dilakukan melalui proses uji coba dan perbaikan.
"Kami masih berada di awal proses. Saat ini, kami sedang membangun sistem, menentukan jenis instrumen yang akan digunakan, dan drone yang dipakai saat ini hanyalah tahap awal," katanya.
Baca juga: Rosatom pertimbangkan bangun pembangkit nuklir di Bulan
Pada Maret, NASA mengumumkan rencana pembangunan bertahap pangkalan permanen di Bulan.
Tahap pertama mencakup pengiriman kendaraan transportasi ke Bulan serta pembangunan infrastruktur dasar untuk pasokan listrik, penelitian ilmiah, dan komunikasi.
Tahap kedua akan berfokus pada pengembangan infrastruktur layak huni dan sistem logistik yang menyerupai kondisi di Bumi melalui kerja sama dengan berbagai badan antariksa internasional.
Tahap terakhir ditujukan agar kehadiran manusia di permukaan Bulan dimungkinkan dalam jangka panjang.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: NASA umumkan rencana Moon Base untuk dukung kehadiran manusia di Bulan
Baca juga: NASA berencana lakukan tiga misi ke Bulan sebelum akhir 2026





