TABLOIDBINTANG.COM - Kreator konten Eza Putra baru-baru ini memicu perbincangan panas di media sosial usai membongkar perlakuan seorang artis sekaligus YouTuber terhadap korban penipuan Marwah Catering.
Lewat unggahannya, Eza menyebut ada seorang artis yang mengundang korban penipuan tersebut ke kontennya, namun tidak memberikan uang transport sama sekali.
“Ada salah satu artis yang ngundang salah satu korban dari penipuan Marwah Catering kemarin, tapi sayang disayangkan, fee transport aja gak dikasih, tega sih, gak ada empati,” tulis Eza.
Tak berhenti sampai di situ, Eza juga menyinggung soal keuntungan yang didapat sang artis dari konten tersebut.
“Maksud gue, lu sebagai artis, sebagai influencer, sebagai YouTuber, lu kan dapat engagement, dapat adsense dari sana, masak uang Rp500 ribu aja lu gak bisa kasih sama dia, empati dikit dong, dia tuh jadi korban penipuan, puluhan juta uang dia ilang,” lanjutnya.
Unggahan itu langsung ramai dibahas netizen. Banyak yang mulai menebak-nebak sosok artis yang dimaksud oleh Eza Putra.
Tidak Minta Fee
Nama Melaney Ricardo kemudian ikut terseret setelah sebelumnya menghadirkan korban penipuan Marwah Catering di podcast miliknya.
Menanggapi tudingan tersebut, Melaney akhirnya buka suara. Melaney melalui media sosial pribadinya menjelaskan dirinya selama ini memang beberapa kali memberikan uang transport kepada narasumber tertentu yang hadir di podcastnya.
Ia bahkan mencontohkan sejumlah tamu seperti Arya Khan hingga anak Pinkan Mambo yang pernah menerima uang transport darinya.
Namun, untuk korban penipuan Marwah Catering, Melaney mengaku tidak memberikan fee transport.
“Karna masing-masing pihak punya kepentingan, aku sebagai podcaster butuh berita, butuh narasumber. Nah dari pihak narasumber juga butuh display dan tempat untuk menyebarkan informasi dan berita kejadian yang baru saja menimpa mereka,” jelas Melaney.
Presenter berusia 45 tahun itu juga menegaskan bahwa pihak korban saat itu tidak meminta bayaran ataupun uang transport kepadanya.
“Dan mereka juga gak minta fee,” tambahnya.
Meski sudah memberikan klarifikasi, perdebatan di media sosial masih terus berlanjut.
Sebagian netizen menilai korban penipuan seharusnya tetap mendapat bantuan transport sebagai bentuk empati, sementara lainnya menganggap hubungan antara podcaster dan narasumber memang saling membutuhkan.




