Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengaku belum puas dengan sejumlah pelayanan pada musim haji 2026. Salah satunya terkait dengan sektor kesehatan.
"Kita ada hal yang enggak puas, pertama tentang kesehatan," kata pria yang kerap disapa Gus Irfan saat ditemui di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Minggu (31/5) malam.
Gus Irfan tidak merinci apa saja yang membuatnya tidak puas. Namun, di balik itu, Kemenhaj berhasil menekan angka kematian jemaah haji tahun ini.
"Di kesehatan, walaupun kita sudah berhasil menekan angka kematian tapi masih belum memuaskan mudah-mudahan tahun depan kita bisa lebih perbaiki lagi," ucapnya.
Per Sabtu (30/5), angka kematian jemaah haji mencapai 134 orang. Di hari yang sama pada tahun lalu, angkanya mencapai 267 orang.
Kepadatan di MinaAdapun terkait dengan pelayanan di Mina, Gus Irfan mengakui masih banyak kekurangan yang harus ditambal tahun depan. Pantauan kumparan, salah satu persoalannya yakni kepadatan jemaah di dalam tenda.
"Mina memang dari dulu tempatnya terbatas, tapi tentu kita tidak bisa beralasan tempat terbatas. Kita ingin semakin lama semakin baik," ucap Gus Irfan.
Dia mengungkap ada beberapa kasus di mana jemaah pada awalnya bahkan tidak dapat tenda. Namun, setelah beberapa saat dan dikomunikasikan dengan pihak terkait, jemaah tersebut bisa mendapatkan tenda.
"Kemarin memang ada beberapa kasus di mana jemaah pada awalnya tidak sempat mendapatkan tenda tetapi setelah kita komunikasikan dengan berbagai pihak ternyata masih bisa mendapatkan tenda walaupun sedikit agak terlambat," ucapnya.
"Dinamika pasti ada karena kita ini melibatkan 200 ribu orang tetapi semuanya bisa kita selesaikan dengan baik dengan landai," ucapnya.
Ia pun berjanji kekurangan itu akan diperbaiki pada pelaksanaan haji tahun 2027.
"Di Mina, diakui memang banyak kekurangan dan insyallah kita akan kejar nanti tahun depan," ujarnya.
Belum Ada Kuota Tambahan 2027Dalam kesempatan yang sama, Gus Irfan juga memberikan bocoran terkait dengan pelaksanaan haji 2027. Pihak Kemenhaj sudah mendapatkan timeline dari Kementerian Haji Arab Saudi.
"Di situ disebutkan Indonesia diminta siapkan semuanya dengan asumsi dengan tahun ini yang berjalan, artinya apa? Tidak ada penambahan maupun pengurangan (kuota)," ujarnya.
"Tapi jika kemungkinan ada tiba-tiba tambahan kita juga belum tahu tapi yang jelas kita melakukan persiapan dengan angka yang sama dengan tahun ini," imbuhnya.





