TEL AVIV KOMPAS.TV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militernya untuk memperdalam invasi darat ke Lebanon. Hal ini disampaikan usai militer Israel menduduki Kastel Beaufort, benteng era Perang Salib di wilayah selatan Lebanon.
Kastel Beaufort merupakan benteng yang berdiri di wilayah perbukitan di Kegubernuran Nabatieh, Lebanon. Netanyahu menyatakan militer Israel meluncurkan serangan ekstensif terhadap "infrastruktur Hizbullah" di punggung bukit.
"(Pendudukan) Beaufort adalah langkah dramatis. Ini adalah perubahan dramatis dalam kebijakan kami. Kami kembali bersatu, lebih tekun, dan lebih kuat dari sebelumnya," kata Netanyahu, Minggu (31/5/2026), dikutip dari Viory.
Netanyahu menyatakan militer Israel akan memperluas operasi di Lebanon kendati kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata.
Baca Juga: Israel Rebut Kastel Beaufort di Lebanon, Invasi Terdalam Sejak 26 Tahun
Dia menyebut militer Israel telah "melintasi Sungai Litani" dan akan masuk semakin dalam ke wilayah Lebanon.
Selain itu, Netanyahu menyatakan militer Israel tetap akan beroperasi di semua front, termasuk Gaza, Suriah, dan Lebanon. Dia mengaku ingin menciptakan "zona keamanan" di luar perbatasan Israel.
"Mereka (militer Israel) telah merebut area komando, menaklukkan Perbukitan Beaufort, dan arahan saya adalah memperdalam dan memperluas penguasaan kami di tempat-tempat yang diduduki Hizbullah," katanya.
"Kami akan mengembalikan keamanan untuk penduduk di utara seperti yang kami lakukan untuk penduduk di selatan. Ini akan memakan waktu, tetapi kami akan menyelesaikan misi ini."
Israel sebelumnya pernah menduduki Kastel Beaufort pada 1982-2000 saat Perang Israel-Lebanon pertama.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Viory
- serangan israel ke lebanon
- kastel beaufort
- lebanon
- Israel
- Israel serang Lebanon
- israel duduki kastel beaufort





