Rabies Masih Endemis di Bali, Pakar Ingatkan Risiko bagi Wisatawan dan Warga

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Bali terus mencatatkan prestasi sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dunia. Namun di balik pesatnya perkembangan sektor pariwisata, Pulau Dewata masih menghadapi tantangan serius berupa penyebaran rabies yang hingga kini berstatus endemis.

Ari Baskoro pengajar senior Divisi Alergi-Imunologi Klinik Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga sekaligus RSUD Dr. Soetomo Surabaya mengatakan, rabies masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan tingginya populasi anjing yang berkeliaran bebas.

“Hingga kini rabies masih endemis di seluruh Pulau Dewata. Kadang terjadi episode lonjakan kasus,” tulis Ari Baskoro dalam artikelnya berjudul “Bali, Wisata, dan Rabies”.

Menurutnya, kasus rabies masih terus ditemukan di berbagai wilayah Bali. Salah satu kasus terbaru terjadi di Kabupaten Bangli, ketika tujuh anggota keluarga digigit anjing peliharaan yang kemudian dinyatakan positif rabies.

Sebelumnya, pada 21 September 2025, sembilan pendaki di kawasan Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan, juga dilaporkan digigit seekor anjing yang hasil pemeriksaan sampel otaknya menunjukkan positif rabies.

Ari menjelaskan bahwa upaya eliminasi rabies di Bali masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam pengendalian populasi anjing liar. Kondisi tersebut tidak terlepas dari budaya masyarakat setempat yang memiliki kedekatan dengan anjing sebagai hewan peliharaan maupun penjaga lingkungan.

“Masyarakat setempat menganggap anjing memiliki keterikatan dengan budaya yang telah mengakar,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak anjing peliharaan yang dibiarkan berkeliaran bebas sehingga berinteraksi dengan anjing liar. Situasi tersebut meningkatkan risiko penularan virus rabies.

“Kontak erat antara anjing peliharaan dan anjing liar merupakan modalitas transmisi virus rabies,” katanya.

Berdasarkan laporan penyakit zoonosis tahun 2024, Indonesia mencatat 185.359 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR). Dari jumlah tersebut, sebanyak 122 orang meninggal dunia akibat rabies.

Data menunjukkan sekitar 99 persen kasus rabies pada manusia disebabkan oleh gigitan anjing yang terinfeksi. Sementara lebih dari 80 persen kasus terjadi di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan maupun edukasi terkait penanganan pasca gigitan.

Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan. Angka kematian pada kelompok usia tersebut mencapai sekitar 40 persen dari total kasus rabies.

Ari menjelaskan, gejala awal rabies pada manusia umumnya berupa demam dan kesemutan di area bekas gigitan. Kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi mual, muntah, lemas, hingga gangguan sistem saraf pusat.

Penderita juga dapat mengalami kesulitan menelan, gangguan pernapasan, perubahan perilaku, agresivitas, penurunan kesadaran, serta hidrofobia atau ketakutan terhadap air.

“Apabila gejala sudah lengkap, prognosisnya hampir pasti buruk. Berakhir dengan kematian,” ujarnya.

Karena itu, Ari menekankan pentingnya tindakan cepat setelah seseorang mengalami gigitan hewan yang dicurigai membawa virus rabies.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencuci luka menggunakan air mengalir dan sabun atau deterjen selama sedikitnya 15 menit. Jika tidak tersedia, penggunaan antiseptik seperti povidone-iodine atau alkohol juga dianjurkan.

Selain itu, korban perlu segera mendapatkan penanganan medis untuk memperoleh vaksin anti-rabies. Menurut Ari, vaksin memiliki efektivitas sangat tinggi apabila diberikan segera setelah paparan.

Ia juga mengingatkan masyarakat Jawa Timur untuk tetap waspada meskipun provinsi tersebut saat ini berstatus bebas rabies.

“Hingga kini Jawa Timur ditetapkan sebagai provinsi bebas rabies. Meski telah bebas rabies, warga tetap harus waspada, terutama jika akan mengunjungi daerah endemis,” katanya. (saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momentum Hari Lahir Pancasila, FKUB Mimika dan Kesbangpol Gelar Sunat Massal Lintas Agama serta Edukasi Kebangsaan
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Mendagri Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Jenazah Ryamizard Ryacudu Akan Dimakamkan secara Militer di TMP Kalibata
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Kepala Bakom RI Qodari Soal Isu Presiden Prabowo Kunjungi Negara Lain Selain Prancis
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Bantah Isu Diintimidasi TNI, Mama Sinta Tegaskan ke Jakarta Pakai Biaya Sendiri
• 22 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.