Prabowo: Ekspor SDA Satu Pintu Demi Kepentingan Nasional

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan, kebijakan ekspor sumber daya alam (SDA) merupakan langkah strategis pemerintah, untuk memastikan kekayaan alam Indonesia mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat.

Menurutnya, selama ini sebagian keuntungan dari pengelolaan SDA Indonesia masih banyak mengalir ke luar negeri, dan tidak sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat di dalam negeri.

Baca Juga :
Purbaya Bakal Kasih Insentif Pajak untuk Devisa Hasil Ekspor yang Disimpan di RI
Prabowo: Perubahan Besar Tidak Mudah, Kita Dihadang Kelompok yang Hidup dari Korupsi

"Sudah terlalu lama sebagian keuntungan dari sumber daya alam mengalir ke luar negeri dan tidak tinggal di Ibu Pertiwi. Karena itu, pemerintah menentukan ekspor sumber daya alam satu pintu," kata Prabowo dalam pidato peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.

Presiden Prabowo Subianto
Photo :
  • Biro Pers Sekretariat Presiden

Prabowo juga menekankan pentingnya investasi besar-besaran di sektor industrialisasi, yang berbasis hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah SDA.

Selain itu, pemerintah berupaya memperkuat pengelolaan devisa hasil ekspor agar manfaat ekonomi dari kekayaan alam nasional dapat lebih besar dirasakan masyarakat.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan pembangunan ekonomi Indonesia harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila, termasuk prinsip ekonomi yang egaliter dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Dia menilai arah pembangunan ekonomi nasional telah digariskan secara jelas oleh pendiri bangsa melalui pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Perekonomian Indonesia juga harus disusun sebagai usaha bersama yang berasaskan kekeluargaan. Karena itu, penguatan koperasi menjadi salah satu agenda penting pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan.

"Karena itu koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit, koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan. Usaha kecil dan menengah harus kita perkuat, dan desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru," kata Prabowo.

Presiden juga menekankan bahwa tujuan akhir pembangunan ekonomi nasional adalah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemerataan hasil pembangunan sehingga kemajuan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. (Ant).

Baca Juga :
Pemerataan Kesejahteraan, Prabowo Pacu Transformasi Ekonomi Berdasarkan Pancasila
Pertumbuhan Ekonomi RI Belum Merata, Prabowo: Mari Kita Jujur Kepada Diri Sendiri
PDIP Soroti Ironi Kemiskinan di Aceh dan Papua: Rakyat Harus jadi Penerima Kekayaan Alam Tertinggi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Karhutla di Sumsel Capai 182,54 Hektare hingga April 2026, Lebih Tinggi Dibandingkan 2024 atau 2025
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Buntut Ambles, Pemprov Jakarta Tutup Sementara Jalan Lenteng Agung-Depok
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Masa Transisi Ekspor via PT DSI Dimulai, Pengusaha Minta Teknis-Dialog Terbuka
• 2 menit lalukumparan.com
thumb
Polres Probolinggo siagakan puluhan personel amankan Yadnya Kasada
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Kilas Balik Timnas Indonesia U-19 Juara Piala AFF U-19 2024: Tantangan Nova Arianto Ikuti Jejak Indra Sjafri
• 21 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.