JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan permintaan maaf jika selama proses penyelenggaraan ibadah haji 2026 masih terdapat layanan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan jemaah.
Permohonan maaf ini diutarakan Irfan saat melepas kepulangan perdana jemaah haji Indonesia ke Tanah Air di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu (31/5/2026) malam Waktu Arab Saudi.
"Atas nama keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah, kami memohon maaf apabila dalam proses layanan masih terdapat kendala dan kekurangan. Kami telah berusaha memberikan yang terbaik," ucap Irfan dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Fase Akhir Haji 2026: Jemaah Mulai Pulang, Pemerintah Tancap Gas Siapkan Haji 2027
Irfan menuturkan, kekurangan tersebut yakni adanya layanan yang terlambat, kasur yang mungkin kurang empuk atau tenda yang terasa sesak.
"Semua itu menjadi bagian dari kekurangan yang kami mohonkan maaf sebesar-besarnya," tuturnya.
Menhaj lepas kepulangan jemaah hajiDalam proses pelepasan, Menhaj menyambangi jemaah kloter SUB-01.
Ia menyapa, berdialog dan menyalami sejumlah jemaah yang bersiap kembali ke Indonesia setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
"Setelah perjalanan 40 hari dengan berbagai dinamikanya, Alhamdulillah malam ini bapak dan ibu sekalian sudah bersiap kembali ke Tanah Air," tuturnya.
Dalam pesannya, Irfan mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia menjadi haji yang mabrur.
"Kami dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan doa dan harapan agar bapak dan ibu sekalian selamat dalam perjalanan hingga tiba di Indonesia," pungkasnya.
Baca juga: Wamenag Yakin Kualitas Pelayanan Ibadah Haji Akan Terus Membaik
Sebagai informasi, proses pemulangan para tamu Allah akan dibagi ke dalam dua gelombang keberangkatan.
Gelombang pertama dijadwalkan terbang melalui Jeddah pada rentang waktu 1 Juni hingga 15 Juni 2026.
Sementara itu, jemaah yang masuk dalam gelombang kedua akan diterbangkan melalui Madinah mulai 7 Juni hingga 30 Juni 2026.
Irjen Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi mengatakan, prinsip pemulangan ini menerapkan sistem berurutan berdasarkan jadwal keberangkatan awal dari Indonesia.
"Kloter pertama dari Tanah Air itu berangkat tanggal 22 April (2026). Idealnya mereka menjadi rombongan pertama yang pulang tanggal 1 Juni," ungkap Dendi, saat ditemui oleh tim Media Center Haji di Mina pada Jumat (29/5/2026).
Dendi memaparkan bahwa jadwal tersebut menjadi fondasi utama bagi panitia dalam merancang seluruh pergerakan logistik, mulai dari kesiapan kamar hotel, armada bus menuju bandara, hingga slot penerbangan.
Kendati begitu, jadwal ini bisa saja mengalami sedikit penyesuaian di lapangan, pergeserannya diprediksi tidak akan lebih dari 20 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




