Bisnis.com, JAKARTA – Proyeksi bisnis PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) diperkirakan akan tetap mentereng hingga akhir tahun. Dalam triwulan I/2026, perseroan telah membukukan kenaikan laba bersih 60,5% secara tahunan.
Tim riset Mandiri Sekuritas dalam risetnya memaparkan sejumlah strategi ekspansi yang dilakukan FORE tahun ini. Untuk memanfaatkan peningkatan brand awareness di industri kopi, perseroan menargetkan ekspansi bisnis merchandise yang saat ini hanya berkontribusi sekitar 0,5% terhadap penjualan. Angka ini relatif masih lebih kecil dibandingkan dengan kompetitor yang pangsanya sudah di angka 5% sampai 10%.
Untuk menggenjot segmen tersebut, manajemen akan meluncurkan ulang merchandise pada kuartal II/2026 melalui kolaborasi dengan seniman, merek, dan influencer. Fokus baru ini diharapkan menghasilkan gross profit margin (GPM) sebesar 50%–60% dengan target kontribusi penjualan sebesar 7%–8% pada 2026.
Untuk ekspansi gerai, manajemen berencana membuka 70 gerai Fore Coffee dan 30 gerai Fore Donut pada 2026. Gerai Fore Donut seluruhnya berlokasi di dalam pusat perbelanjaan guna mengoptimalkan traffic dan memperkuat brand awareness. Pada kuartal I/2026, FORE telah membuka satu gerai donut di Central Department Store Grand Indonesia.
Sebagai emiten konsumer, kondisi pertumbuhan PDB nasional juga menjaga optimisme prospek usaha. Mandiri Sekuritas memperkirakan pertumbuhan PDB 2026 akan meningkat tipis menjadi 5,2% dari 5,1% pada 2025, terutama didukung oleh kebijakan fiskal yang lebih ekspansif.
"Kami memperkirakan FORE akan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 33,0%, pertumbuhan EBIT sebesar 56,1%, dan pertumbuhan laba bersih sebesar 51,4% pada 2026," tulis analis, dikutip Senin (1/6/2026).
Baca Juga
- Harga Melejit Tak Wajar, Saham Fore Kopi (FORE) Kena Tato UMA BEI
- Laba FORE Melejit 60,5% di Kuartal I/2026, Siap Tambah Gerai Kopi Baru
- Laba Fore Kopi (FORE) Melesat 55% jadi Rp90,1 Miliar Sepanjang 2025
Analis beranggapan bahwa pertumbuhan kinerja keuangan tersebut akan tetap didorong terutama oleh segmen kopi, sementara bisnis donat diperkirakan akan berkembang signifikan didukung oleh ekspansi yang cepat.
Adapun, dalam kuartal I/2026 FORE mencatat kenaikan pendapatan sebesar 52,4% menjadi Rp444 miliar dari Rp292 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA turut meningkat 66,7% menjadi Rp81,1 miliar, dengan margin yang melebar ke level 18,3% dari sebelumnya 16,7%.
Direktur Utama FORE Vico Lomar mengatakan bahwa Ekspansi jaringan menjadi salah satu pendorong utama. Sepanjang kuartal I/2026, perseroan membuka lebih dari 20 gerai baru, dengan lebih dari 40% berada di kota tier-2 dan tier-3. Hingga akhir Maret 2026, total gerai aktif mencapai 338 unit, naik 35% dibandingkan 251 gerai pada kuartal I/2025.
"Hasil kuartal I/2026 kami mencerminkan konsistensi pendekatan kami dalam menjaga keunggulan operasional, tidak pernah berkompromi terhadap kualitas produk, dan sangat cermat dalam mengalokasikan modal," ujarnya.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





