Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI periode 2003-2008 Jimly Asshiddiqie mengenang mantan Menhan Ryamizard Ryacudu sebagai sosok yang profesional. Jimly memilih hadir langsung di pemakaman Ryamizard karena ingin menjadi saksi di hadapan Tuhan tentang kebaikan Ryamizard.
"Saya bergaul cukup lama dengan Almarhum, maka saya ingin menjadi saksi di hadapan Allah. Bahwa Almarhum ini orang baik, kerjanya profesional, dan enggak macam-macam gitu lho, baik. Bahkan saya pernah satu lingkungan kerjaan di Dewan Gelar, tanda-tanda jasa," kata Jimly di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).
Jimly mengatakan Ryamizard sangat berhati-hati saat mengambil keputusan dengan mempertimbangkan semua aspek. Ia mengatakan Ryamizard sebagai sosok panutan di lingkungan TNI.
"Pak Ryamizard secara khusus, dia meskipun dia TNI profesional, tapi dia memahami segala aspek reformasi TNI. Yang menjadi aspirasi, tuntutan dari reformasi. Maka saya menganggap beliau ini salah satu tokoh panutan di lingkungan TNI, dan begitu juga orang tuanya," ujarnya.
Lebih lanjut, Jimly berharap teladan sosok Ryamizard hingga Wakil Presiden (Wapres) ke-6 RI Try Sutrisno dapat menjadi contoh nyata untuk diikuti para prajurit TNI saat ini.
"Juga sosok yang sangat bersih, profesional, kita juga kehilangan. Mudah-mudahan tokoh-tokoh seperti Pak Try (Sutrisno) dan kemudian Pak Ryamizard ini makin banyak dicontoh oleh generasi penerus," ujarnya.
Diketahui, Ryamizard Ryacudu wafat pada usia 76 tahun, Minggu (31/5) sore. Ia meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.
Ryamizard menutup karier militernya dengan menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada masa pemerintahan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.
Pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Ryamizard dipercaya mengemban jabatan Menteri Pertahanan dalam kabinet periode pertama. Saat memperkenalkannya, Jokowi menyebut Ryamizard sebagai sosok militer yang memiliki pemikiran demokratis dan visioner.
(mib/jbr)





