TEL AVIV, KOMPAS.TV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer Israel untuk menyerang Distrik Dahiyeh di sebelah selatan Beirut, Lebanon. Dia mengeklaim serangan ini adalah balasan dari "pelanggaran gencatan senjata" oleh Hizbullah.
Hal tersebut disampaikan Netanyahu usai memerintahkan militernya untuk masuk semakin dalam ke wilayah Lebanon.
Militer Israel pun dilaporkan mulai bergerak ke sisi utara Sungai Litani di wilayah selatan Lebanon.
"Saya telah menginstruksikan IDF, bersama Menteri Pertahanan Israel Katz, untuk menyerang target teroris di Distrik Dahiyeh, Beirut," kata Netanyahu dalam unggahan di media sosial X, Senin (1/6/2026).
Baca Juga: Israel Duduki Kastel Bersejarah di Lebanon, Netanyahu Perintahkan Invasi Lebih Dalam
Perintah Netanyahu untuk menyerang Dahiyeh diumumkan seiring eskalasi serangan Israel ke Lebanon belakangan ini.
Kendati kedua pihak telah menyepakati perpanjangan gencatan senjata, Israel dilaporkan memperluas operasi militer.
Kantor berita Lebanon, NNA, melaporkan setidaknya enam orang tewas akibat serangan terbaru Israel. Tiga orang tewas akibat drone Israel di kota Toul dan Braiqaa, Lebanon selatan.
Sedangkan tiga orang tewas dalam serangan Israel di kota Kfarsir, sebelah utara Sungai Litani, pada Minggu (31/5/2026) malam.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV, Al Jazeera
- benjamin netanyahu
- israel serang beirut
- lebanon
- Israel
- Israel serang Lebanon
- Lebanon





