Ledakan yang diduga berasal dari sisa bom Perang Dunia II di Biak Numfor pada Minggu (31/5) tak hanya menewaskan 5 warga. Tapi juga terdapat 19 orang yang mengalami luka ringan.
Tidak hanya itu, ledakan tersebut juga menyebabkan sejumlah rumah rusak berat. Akibatnya 55 orang harus mengungsi.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, melalui keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa 19 warga yang terluka telah ditangani tim medis.
Kata dia, hasil pendataan sementara, terdapat 12 bangunan yang terdampak. Dari jumlah tersebut 3 bangunan rusak ringan, yakni 2 unit rumah dan 1 gereja. Kemudian 9 bangunan mengalami kerusakan parah, rinciannya 4 rumah hancur total dan 5 bangunan lainnya mengalami rusak berat.
"Untuk 55 warga yang terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, terdiri dari 3 balita dan 52 orang dewasa," kata Cahyo, Senin (1/6).
Saat ini kepolisian masih berfokus pada pengamanan lokasi kejadian. Polisi juga masih melakukan pencarian terhadap korban yang dinyatakan hilang.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Biak Numfor dan daerah lainnya yang memiliki sejarah peninggalan Perang Dunia II, apabila menemukan benda yang dicurigai berbahaya agar tidak disentuh, dipindahkan, ataupun dibongkar. Segera laporkan kepada kantor kepolisian terdekat," tutur Cahyo.
Sebelumnya, ledakan terjadi di kawasan padat penduduk Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5) sore. Dalam insiden itu, lima orang dilaporkan meninggal dunia dan tiga lainnya masih dalam pencarian.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan polisi masih melakukan pengamanan di lokasi karena kondisi belum sepenuhnya aman. Petugas juga menemukan serpihan mortir diduga dari perang dunia 2 yang diduga berkaitan dengan ledakan, sementara tim Penjinak Bom Gegana dan Laboratorium Forensik Polda Papua dikerahkan untuk menyelidiki penyebab kejadian.





