jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Menurut dia, Indonesia tidak boleh bergantung kepada negara lain karena pada akhirnya setiap bangsa akan mengutamakan kepentingannya sendiri.
BACA JUGA: Momen Akrab Prabowo Gandeng Tangan Megawati Seusai Upacara Hari Pancasila
Hal itu dia katakan saat pidato dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6).
“Kita tidak mau jadi bangsa yang tergantung oleh bangsa lain, karena sesungguhnya tidak ada bangsa lain yang kasihan sama kita, kalau kita kesulitan, rakyat kita lapar, rakyat kita dalam kesulitan, tidak akan ada bangsa lain, kekuatan lain yang akan kasihan atau membantu kita,” ucap Prabowo.
BACA JUGA: Instruksi Prabowo soal Bahasa Prancis Tidak Jelas, Organisasi Guru Lontarkan Kritik Pedas
Prabowo menyebutkan, kesadaran untuk menjadi negara mandiri harus menjadi landasan untuk menjalankan pembangunan nasional.
Dia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan potensi besar yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat sendiri.
BACA JUGA: Pengamat Nilai Serangan Digital ke Prabowo Bukan Kritik Biasa
Prabowo lalu mengutip pesan Presiden ke-1 RI Soekarno mengenai pentingnya semangat berdikari sebagai fondasi kedaulatan bangsa.
“Sebagaimana pendiri bangsa kita, proklamator kita, Bung Karno pernah menganjurkan pada kita, kita harus berani berdiri di atas kaki kita sendiri, itu adalah intisari dari negara yang berdaulat,” kata dia.
Di tengah keragaman suku, bahasa, budaya, dan adat istiadat, Indonesia disebut harus tetap mampu berdiri sebagai bangsa yang bersatu.
Padahal, menurut Prabowo banyak pihak, banyak negara yang mengatakan Indonesia tidak bisa utuh, Indonesia tidak bisa bertahan.
“Terlalu banyak perbedaan, suku bangsa, bahasa daerah, terlalu banyak adat berbeda. Tapi kita buktikan hari ini, kita masih menjadi bangsa yang utuh, bangsa yang bersatu,” tuturnya. (mcr4/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




