Pilpres Kolombia Berlanjut ke Putaran Kedua, Kandidat Oposisi Unggul

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Pemilihan Presiden Kolombia 2026 dipastikan berlanjut ke putaran kedua setelah tidak ada kandidat yang berhasil meraih lebih dari 50 persen suara pada putaran pertama pemungutan suara yang digelar Minggu (31/5/2026).

Melansir laporan Anadolu, Senin (1/6/2026), berdasarkan hasil sementara yang dirilis otoritas pemilu Kolombia setelah 99 persen tempat pemungutan suara melaporkan hasilnya, Abelardo de la Espriella, kandidat dari oposisi konservatif yang diusung Gerakan Keselamatan Nasional (National Salvation Movement), memimpin perolehan suara dengan 43,72 persen.

Di posisi kedua terdapat Ivan Cepeda, senator dari koalisi pemerintahan sayap kiri Pacto Historico, yang memperoleh 40,92 persen suara. Keunggulan tipis tersebut membuat De la Espriella melangkah ke putaran kedua dengan modal politik yang cukup kuat. Ia unggul sekitar 656 ribu suara dari Cepeda.

Meski demikian, hasil putaran pertama belum menjamin kemenangan bagi kandidat oposisi tersebut. Pengamat politik menilai pertarungan pada putaran kedua akan sangat ditentukan oleh dukungan pemilih moderat yang belum terikat dengan salah satu kubu.

Salah satu kejutan dalam pemilu kali ini datang dari Paloma Valencia, kandidat Partai Centro Democratico yang juga dikenal sebagai politikus dekat Alvaro Uribe mantan Presiden Kolombia. Valencia hanya meraih suara satu digit dan gagal bersaing di papan atas.

Para analis memperkirakan suara pendukung Valencia tidak otomatis akan beralih kepada De la Espriella. Begitu pula suara dari kandidat-kandidat sentris lainnya yang tersingkir pada putaran pertama.

Karena itu, persaingan menuju Istana Kepresidenan Kolombia atau Casa de Narino diperkirakan akan berubah menjadi perebutan suara pemilih moderat yang menolak politik ekstrem dari kedua kubu.

De la Espriella dikenal sebagai pengacara pidana yang kontroversial dan sering menampilkan diri sebagai figur anti kemapanan politik. Ia mengusung agenda ekonomi pasar bebas yang lebih agresif, pemangkasan birokrasi negara, serta pendekatan keras dalam menghadapi kartel narkoba dan kelompok gerilyawan bersenjata.

Sementara itu, Cepeda merupakan aktivis hak asasi manusia yang telah lama berkecimpung di dunia politik Kolombia. Sebagai kandidat dari koalisi pemerintah, ia berjanji melanjutkan agenda reformasi sosial progresif yang dijalankan Gustavo Petro, Presiden Kolombia saat ini.

Namun, kampanye Cepeda juga dibayangi berbagai kontroversi dan tuduhan korupsi yang menimpa pemerintahan saat ini.

Secara keseluruhan, sekitar 23,3 juta warga Kolombia menggunakan hak pilih mereka dalam pemungutan suara yang menghasilkan kejutan karena berbeda dari sejumlah survei menjelang pemilu. Sebagian besar jajak pendapat sebelumnya menempatkan Cepeda sebagai kandidat terdepan.

Karena tidak ada kandidat yang melampaui ambang batas 50 persen suara, Abelardo de la Espriella dan Ivan Cepeda akan kembali bertarung dalam putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2026 untuk menentukan presiden baru Kolombia. (bil/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persib Kembali Hadapi Manila Digger di Play-off AFC Champions League Two 2026, Bisa Ulangi Kemenangan?
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Ketua Timwas DPR Apresiasi Haji Perdana via Kemenhaj
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Jusuf Kalla hingga Dudung Abdurachman Kenang Sosok Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Tiongkok Gelar Patroli di Laut China Selatan usai Latihan Filipina-AS
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menhaj: Mina Clear, Operasional Puncak Haji 2026 Berjalan Lancar
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.