Ketum PB MA: Indonesia Memerlukan Working Pancasila untuk Menjawab Tantangan Geopolitik Global

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar Jazuli Juwaini mengatakan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus dijadikan momentum memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Menurut dia, di tengah dinamika dan persaingan geopolitik global yang makin ketat, Indonesia membutuhkan "Working Pancasila", yakni Pancasila yang tidak hanya menjadi pedoman moral dan identitas bangsa, tetapi kekuatan nyata yang mampu menggerakkan kemajuan nasional.

BACA JUGA: Momen Akrab Prabowo Gandeng Tangan Megawati Seusai Upacara Hari Pancasila

Jazuli menjelaskan bahwa persaingan dunia saat ini tidak lagi ditentukan oleh kekuatan militer atau keluhuran ideologi semata, tetapi kemampuan suatu bangsa menguasai ekonomi, teknologi, informasi, energi, dan inovasi. 

"Oleh karena itu, Indonesia tidak cukup hanya memiliki Pancasila sebagai sumber legitimasi moral. Indonesia memerlukan Pancasila yang bekerja dan dipraktikkan secara nyata," ujar Jazuli dalam refleksi Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6).

BACA JUGA: Refleksi Hari Lahir Pancasila, Hasto PDIP Ungkit Visi Geopolitik Bung Karno

Anggota MPR RI itu mengatakan bahwa dunia internasional kini bergerak dalam logika yang sangat pragmatis. 

Menurut dia, negara berpengaruh dan dominan bukan karena pidato atau slogan yang disampaikan, melainkan kapasitas nyata yang dimiliki dalam membangun kekuatan nasional.

BACA JUGA: Prabowo: Pancasila sebagai Pegangan Indonesia di Tengah Rivalitas Geopolitik

Dalam konteks tersebut, dia menambahkan bahwa Pancasila harus terus relevan dengan tuntutan zaman melalui penerjemahan nilai-nilainya ke dalam kebijakan, institusi, dan tindakan yang menghasilkan kemajuan bangsa.

Menurut dia, konsep Working Pancasila bukanlah upaya mengubah substansi Pancasila, melainkan menegaskan bagaimana setiap sila menjadi energi pembangunan nasional.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa harus melahirkan tata kelola yang bersih, berintegritas, dan bebas dari korupsi. 

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab harus diwujudkan melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang baik, serta penguatan riset dan inovasi.

Sementara itu, Sila Persatuan Indonesia harus menjadi kekuatan yang menyinergikan seluruh potensi bangsa, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga masyarakat. 

Demokrasi yang terkandung dalam sila keempat juga harus menghasilkan kebijakan yang rasional, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa.

"Demokrasi tidak boleh berhenti pada mekanisme pergantian kekuasaan. Demokrasi harus mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang memperkuat posisi Indonesia di tengah kompetisi global," katanya.

Jazuli menambahkan bahwa cita-cita Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia hanya dapat diwujudkan melalui pembangunan ekonomi yang produktif, penguatan industri nasional, perluasan kesempatan kerja, dan peningkatan daya saing masyarakat.

Dalam rangka mewujudkan Working Pancasila, PB Mathla'ul Anwar mendorong lima agenda strategis nasional, yang juga menjadi konsen Pemerintahan Presiden Prabowo saat ini. Pertama, memperkuat kedaulatan ekonomi melalui hilirisasi dan industrialisasi yang menghasilkan nilai tambah. Kedua, mempercepat penguasaan teknologi melalui investasi besar pada pendidikan, penelitian, dan inovasi. Ketiga, memperkuat kedaulatan informasi dan data di era digital. Keempat, memastikan ketahanan pangan dan energi sebagai bagian dari keamanan dan ketahanan nasional. Kelima, membangun sumber daya manusia unggul sebagai fondasi utama Indonesia Emas 2045.

"Bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan akan menguasai teknologi. Bangsa yang menguasai teknologi akan menguasai ekonomi. Dan bangsa yang menguasai ekonomi akan memiliki pengaruh yang lebih besar dalam percaturan global," ungkapnya.

Jazuli mengatakan bahwa keberhasilan Pancasila tidak akan diukur dari seberapa sering diucapkan dalam pidato atau dicantumkan dalam dokumen resmi, melainkan dari kemampuannya melahirkan negara yang kuat, masyarakat yang sejahtera, ekonomi yang berdaulat, teknologi yang maju, serta generasi yang mampu bersaing di tingkat global.

"Ketika Pancasila mampu menghasilkan kemajuan yang nyata bagi rakyat dan memperkuat posisi Indonesia di dunia, maka Pancasila bukan hanya menjadi ideologi yang diyakini benar, tetapi juga ideologi yang terbukti bekerja. Inilah makna Working Pancasila yang perlu kita wujudkan bersama," kata Jazuli.

"Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, memperkokoh ideologi Pancasila menuju Indonesia berdaulat, maju, dan berkeadilan," pungkasnya. (boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pulang Perdana, 17 Kloter Tinggalkan Mekkah Menuju Tanah Air
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Makna Hari Lahir Pancasila, Guru Besar UIN Soroti Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia
• 19 jam laludisway.id
thumb
Operasi Sikat Cartenz 2026 Difokuskan Tekan Kasus 3C di Papua yang Capai 1.076 Perkara
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Shell Turunkan Harga Solar Menjadi Rp24.490 per Liter Mulai 1 Juni 2026
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Kalender Jawa Juni 2026, Lengkap dengan Weton dan Bulan Besarnya
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.