CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Pemerintah Iran membantah rumor yang menyebut Presiden Masoud Pezeshkian telah mengajukan pengunduran diri di tengah spekulasi adanya perpecahan di lingkaran elite kekuasaan negara itu.
Mengutip Asia Today, Senin (1/6/2026), rumor tersebut mencuat setelah media oposisi Iran yang berbasis di luar negeri, Iran International, melaporkan bahwa Pezeshkian telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Iran International yang mengutip sumber internal anonim melaporkan Pezeshkian merasa peran presiden dan kabinet semakin tersisih dari proses pengambilan keputusan strategis negara.
Dalam laporan itu, Pezeshkian disebut menulis, "Kepresidenan dan kabinet secara efektif telah dikesampingkan dari proses pengambilan keputusan nasional yang penting dan krusial”.
Ia juga dikabarkan menilai kondisi tersebut telah menciptakan kekosongan pemerintahan yang dimanfaatkan kelompok garis keras di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk memperluas pengaruhnya.
Masih menurut laporan Iran International, Pezeshkian menyatakan, "Dalam kondisi seperti ini, mustahil untuk menjalankan pemerintahan dan memenuhi mandat hukum saya, oleh karena itu saya meminta pembebasan segera dari tugas saya."
Media tersebut menilai isi surat itu mengindikasikan adanya keretakan serius di tingkat tertinggi struktur kekuasaan Iran.
Namun, pemerintah Iran segera membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari kampanye disinformasi media asing.
Mengutip pernyataan di media sosial, Wakil Kepala Komunikasi Kantor Kepresidenan Iran, Seyed Mehdi Tabatabaei, menegaskan Pezeshkian tetap menjalankan tugasnya sebagai presiden.
"Presiden Pezeshkian tidak akan pernah berhenti mengabdi kepada bangsa. Iran tidak akan mundur dari jalan solidaritas dan perlawanannya,” ujar Tabatabaei.
Bantahan serupa disampaikan kantor berita Tasnim. Mengutip sumber pemerintah Iran, media yang dikenal dekat dengan IRGC itu menegaskan tidak ada rencana pengunduran diri Presiden Pezeshkian dalam waktu dekat.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Pemimpin Tertinggi Iran terkait laporan tersebut. Pemerintah Iran tetap menegaskan bahwa Pezeshkian masih menjalankan tugasnya seperti biasa.
Sumber: Asia Today, Iran International, dan Tasnim News Agency




