JEMBER (Realita) - Lion Group resmi membuka kembali penerbangan rute Jember–Surabaya melalui maskapai Wings Air mulai 1 Juli. Pembukaan rute tersebut diharapkan menjadi pintu penghubung masyarakat Jember menuju berbagai kota di Indonesia hingga mancanegara melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya.
Presiden Direktur Lion Group, Daniel Putut Kuncoro Adi, mengatakan penerbangan Jember–Surabaya akan beroperasi empat kali dalam sepekan. Menurutnya, kehadiran rute tersebut menambah pilihan moda transportasi bagi masyarakat selain jalur darat dan kereta api.
Baca juga: Jember Pertahankan Opini WTP 2025, Gus Fawait Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan
“Mulai tanggal 1 Juli Jember–Surabaya kita buka satu minggu selama empat kali. Jadi banyak sekali pilihan nanti yang akan menuju ke Surabaya,” ujar Daniel saat peresmian penerbangan di Bandara Notohadinegoro Jember (01/06/2026).
Daniel menjelaskan, Lion Group memiliki jaringan penerbangan yang menghubungkan lebih dari 144 kota di Indonesia dan sekitar 200 kota di dunia. Dengan demikian, masyarakat Jember tidak hanya terhubung ke Surabaya, tetapi juga dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi domestik maupun internasional dengan satu tiket dalam jaringan Lion Group.
“Dari Surabaya kita bisa ke Kuala Lumpur, kita bisa ke Bangkok dengan hanya satu tiket. Bahkan untuk masyarakat yang akan melaksanakan ibadah umrah, tersedia penerbangan langsung dari Surabaya ke Madinah maupun Jeddah,” katanya.
Ia menilai konektivitas transportasi udara memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Dengan waktu tempuh sekitar 40 menit dari Jember ke Surabaya, pelaku usaha dan masyarakat dinilai akan memperoleh kemudahan mobilitas yang lebih efisien.
“Kami janjikan dalam waktu satu hari akan tiba di tempat tujuan di manapun itu di Indonesia,” tambahnya.
Daniel menegaskan bahwa Lion Group melihat potensi besar Jember sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah Tapal Kuda. Ia menyebut keberhasilan rute ini bergantung pada kolaborasi pemerintah, pelaku usaha perjalanan, media, dan masyarakat.
“Transportasi adalah tulang punggung ekonomi. Kebutuhan bisnis memerlukan waktu yang cepat dan tepat. Kami berharap pebisnis dan masyarakat memanfaatkan penerbangan ini,” ujarnya.
Baca juga: Satgas MBG Temukan Pelanggaran SOP SPPG di Jember
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKB, Rivqy Abdul Halim menyebut pembukaan rute tersebut sebagai bentuk pemerataan akses transportasi bagi masyarakat Jember. Ia berharap layanan penerbangan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan terus berlanjut dan berkembang.
“Ini merupakan implementasi memeratakan keadilan khususnya masyarakat Jember untuk konektivitas dengan kota-kota besar lain di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Menurut Rivqy keberhasilan operasional penerbangan membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, maskapai, hingga masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi udara.
“Hari ini kalau kita ke Surabaya melalui jalur darat butuh waktu lima sampai enam jam. Melalui kereta sekitar empat jam. Tadi saya terbang dari Surabaya ke sini hanya membutuhkan waktu 40 menit,” katanya.
Baca juga: Pemkab Jember Kerahkan Tim Ahli Awasi SPPG, Pengawasan Program MBG Diperketat
Sementara Bupati Jember, Gus Fawait, menyebut pembukaan rute Jember–Surabaya merupakan hasil perjuangan panjang yang melibatkan berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa penerbangan tersebut tidak hanya menghubungkan Jember dengan Surabaya, tetapi juga membuka akses menuju berbagai daerah dan negara lain.
“Jangan hanya dilihat bahwa ini penerbangan Jember ke Surabaya. Ini membuka akses dari Jember ke pintu Indonesia dan pintu dunia,” kata Fawait.
Pemerintah Kabupaten Jember, lanjutnya, akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar pemanfaatan layanan penerbangan semakin meningkat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan operasional rute yang baru dibuka tersebut.
“Ini sebuah prestasi bagi Jember. Kami akan menyampaikan kepada masyarakat bahwa ini bukan sekadar penerbangan ke Surabaya, tetapi akses menuju berbagai kota di Indonesia bahkan luar negeri,” pungkasnya.
Editor : Redaksi





