Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan pesan penting untuk seluruh warga Jabar, khususnya Ibu-ibu.
Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi yang disapa KDM ini menyinggung peranan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan Medsos disinggung Kang Dedi Mulyadi atau KDM karena, melihat sikap ibu-ibu yang masih ada yang salah gunakan.
- tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Kang Rusdi channel
Menurutnya, ada fenomena ibu-ibu di pedesaan yang kini kecanduan medsos demi mengejar popularitas instan agar masuk halaman utama (For Your Page/FYP) atau berburu saweran digital.
Dengan kondisi ini, ia menyindir perilaku mengumbar ranah domestik, dan konflik keluarga ke ruang publik digital demi konten YouTube atau Live TikTok.
“Ibu-ibu zaman dulu sibuk memasak palawija, menumbuk padi, mencuci, dan membersihkan rumah meski kondisinya sederhana. Sekarang, banyak yang ingin eksis di video," ucap, dalam Bapendajabar, Senin (1/6).
- youtube
Gubernur Jabar itu pun menyarankan ibu-ibu harus lebih bijak menggunakan medsos. Dengan begitu, Dedi Mulyadi mendorong konten edukatif atau wirausaha.
"Boleh membuat konten kreatif atau live di TikTok, asalkan isinya mendidik, seperti memperlihatkan kegiatan produktif mencuci baju, menyetrika, atau menanak nasi seperti di Kampung Adat Ciptagelar. Jangan sampai bertengkar dengan suami atau memarahi anak malah disiarkan secara langsung,” imbuh KDM.
Bila melihat visi dari KDM di awal jabatannya. Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, yang telah di lantik pada hari Kamis, tanggal 20 Februari 2025 itu menyebut ingin menjadikan “Jawa Barat Istiwewa” Lembur Diurus Kota di Tata”.
- Antara
Istilah “Istimewa” disini dimaknai bahwa penyelenggaraan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di bawah kepemimpinan Gubernur KDM berkeinginan dan berkomitmen untuk mengistimewakan masyarakat, baik istimewa dalam memberikan pelayanan, maupun istimewa dalam pelaksanaan pembangunan.
Melansir dari laman bappeda jabar, indikator Jabar istimewa ialah masyarakat Jawa Barat memiliki akses ke pendidikan yang berkualitas, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.
Masyarakat memiliki akses ke pelayanan kesehatan yang berkualitas, termasuk pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan rujukan.
Juga masyarakat memiliki pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, serta memiliki akses ke peluang ekonomi yang baik, dan masyarakat memiliki kualitas hidup yang baik, termasuk lingkungan yang sehat, akses ke sumber daya alam yang cukup, dan kesempatan untuk mengembangkan diri.(klw)




